Sejarah Pabrik Gula Wonolangan

0 253

Pabrik Gula Wonolangan

Pabrik Gula Wonolangan yang berlokasi di Desa Kedawoeng Dalem, Dringu, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur didirikan pada tahun 1832 oleh pemimpin Belanda bernama W.V. Nederlannsehe Handel Maathcappv. Pada tahun 1957 PG.Wonolangan mulai disosialisasikan dari pemerintah Belanda menjadi milik pemerintah Indonesia dengan nama Perusahaan Perkebunan Negara dibawah pengawasan Inspektorat VII. Kata “Wonolangan” diambil dari nama tempat perusahaan itu didirikan.

Setelah ada penggabungan maka PTP XXIV – XXV (Persero) membawahi 12 Pabrik Gula, Pabrik Alkohol dan Rumah Sakit dengan dipimpin oleh Direktur Utama yang berkedudukan di Surabaya. Salah satu Pabrik Gula tersebut adalah Pabrik Gula Wonolangan.

Pada tahun 2011, PG Wonolangan merencanakan menggiling tebu sebanyak 221.538,0 ton (tebu sendiri 21.358,0 ton dan tebu rakyat 200.180,0 ton) yang diperoleh dari areal seluas 2.810,0 ha (TS 250,0 ha dan TR 2.560,0 ha). Gula dihasilkan diproyeksikan mencapai 16.085,6ton (milik PG 6.344,6 ton dan milik petani 9.741,0 ton) dan tetes 9.969,4 ton.Selain Kabupaten Probolinggo, areal pengusahaan tebu PG Wonolangan juga berasal dari Kabupaten Lumajang. Kapasitas PG 1.700 tth (tidak termasuk jam berhenti) atau 1.504,4 tth sudah termasuk jam berhenti.

PG Wonolangan beberapa kali mengalami peningkatan kapasitas sejalan meningkatnya ketersediaan tebu. Sadar akan lokasinya yang berada di tengah kota yang tengah mengalami pertumbuhan pesat, PG Wonolangan terus berupaya meningkatkan pelayanan bagi para petani, termasuk pemilik tebu rakyat mandiri yang notabena tidak terikat PG mana pun. Peningkatan kinerja pabrik melalui kelancaran giling dan efisiensi menjadi concern untuk memenangkan kompetisi dan mendapatkan jumlah tebu relatif memadai sesuai kapasitas giling. Selain itu, mengingat pentingnya tebu rakyat dalam pengembangan PG, secara periodik, PG menyelenggarakan Forum Temu Kemitraan (FTK) guna membahas berbagai persoalan yang dihadapi petani, baik di luar maupun dalam masa giling.

Dalam upaya peningkatan produktivitas, PG Wonolangan antara lain melakukan optimalisasi masa tanaman, penataan varietas menuju komposisi ideal (proporsi antara masak awal, tengah dan akhir berbanding 30-40-30%), penyediaan agroinputs secara tepat, intensifikasi budidaya, dan perbaikan manajemen tebang angkut. Sedangkan untuk percepatan alih teknologi, PG Soedhono aktif menyelenggarakan kebun percobaan. Melalui kebun semacam ini, petani diharapkan dapat belajar lebih banyak tentang pengelolaan kebun melalui best agricultural practices. Khusus untuk tebu Lumajang, pembinaan dilakukan sejak awal, sehingga tercipta hubungan emosional yang lebih baik antara petani dan PG. Harapan selanjutnya, loyalitas petani untuk memasok tebu ke PG Wonolangan terbentuk sejak dini.

Source http://ptpn11.co.id http://ptpn11.co.id/page/pabrik-gula
Comments
Loading...