Sejarah Pabrik Gula Soedhono Ngawi

0 282

Lokasi Pabrik Gula Soedhono

Pabrik gula ini terletak di Jalan PG Soedhono, Desa Tepas, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Lokasi pabrik gula ini berada di sebelah utara Stasiun Kereta Api Geneng. Pabrik gula ini berbatasan dengan Desa Tempuran di sebelah utara, dengan Desa Tambakromo di sebelah selatan, dengan Desa Sambirobyong di sebelah timur, dan dengan Desa Satrean di sebelah barat.

Pabrik Gula Soedhono

Berdasarkan catatan dari Dorrepal & Co. di Semarang, selaku kantor asuransi penjamin PG Soedhono, diterangkan bahwa pabrik gula ini didirikan pada 1 Maret 1888 oleh perusahaan Verenigde Vorsendsche Cultuur Maatschappij yang berkantor pusat di Semarang.

Pada tahun 1924 dan sekaligus membentuk perusahaan sendiri yang diberi nama Suikerfabriek Soedhono van de Cultuur Maatschappij der Vorstenlanden bij Ngawi, atau yang kemudian dikenal dengan PG Soedhono. Pada waktu Jepang menduduki Hindia Belanda, PG Soedhono ini sempat diambil alih oleh pasukan Jepang. Tapi setelah Indonesia merdeka, semua aset pabrik gula ini direbut oleh pejuang Indonesia dari cengkeraman pasukan Jepang, dan kemudian difungsikan kembali sebagai PG Soedono, yang mengolah tebu menjadi gula pasir.

Ketika Belanda berusaha kembali untuk menjajah Indonesia lagi pada tahun 1949, pabrik gula ini menjadi rebutan antara pasukan Netherlands Indies Civil Administration (NICA) dengan para pejuang Indonesia. Merasa kalah dalam persenjataan, pejuang Indonesia akhirnya membumihanguskan pabrik gula tersebut agar tidak digunakan oleh Belanda lagi.

Pada 1951, pabrik gula ini dibangun kembali dan kemudian mulai beroperasi untuk memproduksi gula lagi yang dipimpin oleh Keyman. Selang tiga tahun, Keyman digantikan oleh Leyssius. Setelah terjadi perlawanan dari pejuang Indonesia secara gerilya dan terus menerus, akhirnya memaksa Belanda untuk hengkang dari Indonesia. Aset prabik gula ini akhirnya dinasionalisasi oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Bangunan Pabrik Gula Soedhono

PG Soedhono memiliki luas tanah dan bangunan pabrik sekitar 5.000 m² yang terdiri dari luas bangunan industri dan fasilitas lain sebesar 3.500 m² dan luas tanah yang tidak tertutup sebesar 1.500 m². Dari luas tersebut, PG Soedhono masih bisa mengoperasikan pabriknya hingga sekarang bahkan bisa meningkat. Selain menghasilkan gula pasir sebagai hasil utama, juga menghasilkan hasil sampingan berupa tetes tebu, ampas tebu, blotong, dan abu ketel. Tetes tebu dimanfaatkan untuk bahan baku pembuatan Monosodium glutamat (MSG) dan dalam pengolahan tetes tebu ini PG Soedhono bekerja sama dengan berapa pabrik pembuat MSG yaitu Cil Cedang, Ajinomoto, dan Sasa. Ampas tebu diolah menjadi bahan bakar mesin yang digunakan untuk proses produksi gula pasir. Blotong dan abu ketel dimanfaatkan untuk bahan baku pembuatan pupuk kompos yang dikelola oleh koperasi karyawan.

Source Pabrik Gula Soedhono Jawa Timur
Comments
Loading...