Sejarah Pabrik Gula Pradjekan

0 281

Pabrik Gula Pradjekan

Pabrik Gula Pradjekan didirikan pada tahun 1883 oleh Belanda “NV Cultuur Mij Pradjekan – Tangerang “ yang merupakan investasi dari “JW Bernie p/a Anment & Co” Surabaya.Luas arealnya saat didirikan sekitar 950 Ha dan dan dirancang untuk menggiling tebu sebanyak 1600 TCD (Ton Cane Per Day).

Sejak tahun 1909 sampai dengan tahun 1957 PG. Pradjekan diambil alih oleh “Cultuur Handel en Indutri Bank”yang berkedudukan di Surabaya. Pada masa kependudukan Jepang PG. Pradjekan terpaksa menghentikan produksinya sampai perang revolusi berakhir, kemudian setelah itu PG. Pradjekan dibangun kembali oleh pemiliknya.

Pada tahun 1957, tepatnya 10 november 1957, PG. Pradjekan diambil alih oleh pemerintah Republik Indonesia sebagai realisasi nasionalisme perusahaan Belanda di Indonesia. PG. Pradjekan sebagai perkebunan milik Belanda ikut diambil alih dan pengolahannya diserahkan pada pusat Perkebunan Negara Baru (PPN Baru). Dalam rangka ambil alih tersebut pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Nasionalisasi pada tahun 1959 dan menetapkan PG. Pradjekan di bawah PPN unit Jawa Timur Rayon VIII (UU No.26/ 1959).

Pada tahun 1960 diadakan reorganisasi dalam tubuh PPN Baru yaitu dengan dibentuknya pra unit-pra unit yang kemudian menjadi unit-unit rayon. PG. Pradjekan termasuk dalam unit gula A. Untuk mengukuhkan unit tersebut menjadi badan hukum maka dikeluarkan peraturan pemerintah No. 141 s/d 175 tahun 1961. Unit-unit tersebut kemudian diubah menjadi PPN Kesatuan dan PG. Pradjekan termasuk PPN Kesatuan Jawa Timur IV. Pada tahun 1963 diadakan spesialisasi sehingga PPN Kesatuan diganti menjadi PPN Gula, PPN Tembakau, PPN Karet, PPN Aneka Tanaman, dan sebagainya.

Pada tahun 1968 diadakan reorganisasi lagi, tepatnya pada tanggal 27 Maret 1968, sesuai dengan peraturan pemerintah No 13 dan 14 tanggal 13 April 1968, tentang pembentukan PPN Gula,dimana PG. Pradjekan tergabung dalam PNP XXV yang berkantor induk di jalan Merak No.35 Surabaya.

Pada tahun 1975 dengan PP No. 15 / 1975, PNP XXV mulai berdiri sebagai Perseroan Terbatas dan tergabung dengan PNP XXIV menjadi P.T. Perkebunan XXIV – XXV yang biasa disebut PTP XXIV – XXV (Persero), yang berkantor induk dijalan Merak No.1 Surabaya sampai dengan sekarang. Akte pendirian tersebut dibuat pada tanggal 30 Juni 1975 dihadapan Notaris GHS Loemban Tobing, SH

Pada tanggal 13 September 1994 berubah menjadi PTP Jatim yang berkedudukan dijalan Merak No. 1 Surabaya yang merupakan gabungan dari PTP XX, PTP XXII, PTP XXIV – XXV, PTP XXIX dan PTP XXVI. Pada tahun 1996 berdasakan Peraturan Pemerintah RI No. 16 Tahun 1996 tanggal 14 February 1996 tentang peleburan Perusahaan Perseroan (Persero), PP Perkebunan XX dan Lembaran Negara Tahun 1996 No 22, dan berubah menjadi PTP Nusantara IX yang berkedudukan di jalan Merak No. 1 Surabaya, sampai dengan sekarang.

Source http://manistebuku.blogspot.com http://manistebuku.blogspot.com/2012/04/sejarah-singkat-pg-di-indonesia-part.html
Comments
Loading...