Sejarah Pabrik Gula Poerwodadie

0 174

Pabrik Gula Poerwodadie

Pabrik Gula Poerwodadie didirikan pada tahun 1832 oleh pemerintah Kolonial Belanda yang pada waktu itu bernama “Nedherlands Hendels Maatschapij” (NHM).

Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1959 Pabrik Gula Poerwodadie di ambil alih oleh Pemerintah Republik Indonesia. Pemerintah kemudian menyerahkan pengelolaan pabrik gula ini kepada Perusahaan Perkebunan Negara (PPN), yang selanjutnya berubah namanya menjadi Perusahaan Perkebunan Negara Baru (PPN Baru). Kemudian nama tersebut berubah lagi menjadi PPN yang masing-masing memiliki pabrik gula di daerah ex Karesidenan yang bernama “Inspeksi Perusahaan Perkebunan Negara”. Pada akhirnya PPN diubah namanya menjadi  Perusahaan Negara Perkebunan (PNP).

Ketika perusahaan masih bernaung dibawah nama PPN, perusahaan tersebut merupakan suatu badab tersendiri dimana pimpinan perusahaannya disebut Direktur. Ketentuan ini berlaku hingga tahun 1968, karena pada tahun tersebut dikeluarkan pula Peraturan Pemerintah No. 14 tahun 1968 tentang Pendirian Perusahaan Negara Perkebunan. Sejak saat itu tanggung jawab badan hukum Pabrik Gula Poerwodadie terletak pada Direksi Perusahaan Negara Perkebunan XX (PNP XX) Surabaya.

Oleh karena banyaknya Perusahaan Negara Perkebunan, khususnya dilingkungan pabrik gula, maka PNP tersebut dijadikan persero dan dilakukan pula penggabungan di antara persero-perserotersebut, misalnya PTP XV-XVI, PTP XXI-XXII, PTP XXIV-XXV. Namun hingga saat ini masih terdapat pula PTP yang berdiri sendiri seperti PTP XIV yang berkedudukan di Cirebon dan PTP XX yang berkedudukan di Surabaya. Pada tahun 1981 PNP berubah namanya menjadi PTP XX (Persero) PG Poerwodadie. Sejak tanggal 17 Mei 1996 nama PTP XX (Persero) diubah namanya menjadi PT Perkebunan Nusantara XI ( Persero).

 Pabrik Gula Poerwodadie terletak di Jalan  Raya Madiun – Ngawi, tepatnya di Desa Pelem, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten  Magetan, Jawa Timur. PG poerwodadie berjarak 15 km dari kota Ngawi. Wilayah Pabrik Gula Poerwodadie dibatasi oleh batas administrasi sebagai berikut :

  1. Sebelah Barat dibatasi oleh lereng Gunung Lawu.
  2. Sebela Utara dibatasi oleh wilayah Pabrik Gula Soedhono.
  3. Sebelah Timur  dibatasi oleh Pabrik Gula Kanigoro dan Redjoagung.
  4. Sebelah Selatan dibatasi oleh Pabrik Gula Redjosarie.

PG Poerwodadie memiliki areal perkebunan tebu yang meliputi Wilayah Kabupaten Ngawi, Magetan dan daerah perluasan Bojonegoro yang letaknya berbeda pada musim tanam, karena mengikuti pola Glebagan yang telah diatur menurut surat keputusan Bupati.

Source http://manistebuku.blogspot.com http://manistebuku.blogspot.com/2012/04/sejarah-singkat-pg-di-indonesia-part-ii.html
Comments
Loading...