Sejarah Pabrik Gula Kedawoeng Pasuruan

0 113

Pabrik Gula Kedawoeng Pasuruan

Sejarah perkembangan pabrik gula Kedawoeng Pasuruan terdiri dari beberapa periode yang sering mengalami perubahan atau pergantian kepemilikan sesuai dengan perubahan waktu dan perubahan pemerintahan sampai akhirnya PG. Kedawoeng Pasuruan menjadi sebuah BPUPPN ( Badan Pimpinan Umum Perusahaan Perkebunan Negara ).

PG. Kedawoeng didirikan pada masa penjajahan Belanda di Indonesia, tanggal 6 November 1898, dengan nama NV. Kedawoeng dan diresmikan oleh Mevrouw De Wed Lebret. Di daerah Kedawoeng karisidenan Passourouang (Pasuruan). Nama Kedawoeng diambil dari Jawa bahasa Jawa dari kata-kata ‘ke da-ung’ yang berarti ‘kaya daun’. Daerah ini sekitar 45,5 hektar yang merupakan tanah tunjangan bagi Letnan/Panglima Perang Hindia Belanda yng pada waktu itu dikuasakan kepada Johannes Coert yang dipindahkan pada tahun 1792 ke Pasuruan sebagai Letnan dan Panglima Pasuruan, di mana ia menggantikan Mayor tit. Adriaan van Rijck yang meninggal pada 14 Agustus 1792.

Dan sejak tahun 1942 – 1945 dikuasai Jepang dan dipimpin oleh Tn. Tanako. Setelah agresi militer Belanda I, Juli 1947 kembali dikuasai oleh Belanda ( tahun 1945 – 1957 ) dengan direkturnya KL. SMITH. Dengan berdasarkan Surat Edaran Direksi nomor XX-SURED/96.001 tanggal 11 April 1996 dan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 16 tanggal 14 Pebruari 1996 dimana telah memutuskan bahwa PT PERKEBUNAN XX dan PT PERKEBUNAN XXIV-XXV (PERSERO) dibubarkan pada tanggal 11 Maret 1996, dan dibentuk Perusahaan baru dengan nama “PT PERKEBUNAN NUSANTARA XI (PERSERO)” yang berkedudukan di Jalan Merak No. 1 Surabaya, 60175, yang terdiri dari 12 pabrik gula, 4 rumah sakit, 1 pabrik karung goni dan 1 pabrik alcohol milik PTP XXIV-XXV ( Persero ), dan 5 pabrik gula milik PTP XX (Persero ).

Source http://warungkopipasuruan.blogspot.com http://warungkopipasuruan.blogspot.com/2011/03/sejarah-perkembangan-pabrik-gula.html
Comments
Loading...