situsbudaya.id

Sejarah Negeri Suli Maluku

0 22

Sejarah Negeri Suli

Pada mulanya nama Suli bukanlah nama sebenarnya, Suli yang pada saat pembentukannya bernama Aman Surit, Aman Surit terdiri dari 4 Eri/kerajaan, Yaitu :
1. Eri Wakang
2. Eri Ohu
3. Eri Lanit
4. Eri Soa

Dalam kehidupan sehari-hari ke-empat ERI tersebut tidak pernah hidup rukun, dimana satu sama lain saling bermusuhan, apabila bertemu tetap terjadi peperangan. 

Melihat kondisi yang saling bermusuhan ini maka atas perkasa/kebijaksanaan dari Eri Wakang & Eri Soa mulai memanggil Eri Ohu & Eri Lanit untuk bermusyawarah yang bertempat di Eri Wakang. Dalam pertemuan tersebut diawali dengan menyebarkan undangan dimana undangan tersebut di tulis pada daun kelapa muda sedangkan alat untuk menulisnya dari urat manyapu lidi. Eri Wakang juga mempunyai bendera kerajaan yang merupakan lambang Adalah Gadifo Alifuru. Surat undangan tersebut di bawa ke Eri Ohu & Eri Lanit. Setelah menerima undangan tersebut maka kedua Eri/Kerajaan menyetujui untuk bertemu disuatu tempat yaitu di Eri Wakang. Eri Ohu yang datang terdiri dari Kapitan, Malesi, Mungare Metar & Tahureng serta pasukan yang terdiri dari Hatumena Manuala. Dari Eri Lanit juga dengan pasukan yang sama dibawah pimpinan Kapitan Permata.

Musyawarah berjalan dengan baik dan dalam musyawarah itu dipastikan bahwa dari pada kita berperang lebih baik kita bersatu dan membuat satu tempat persekutuan. Akhirnya mereka menentukan satu tempat yang disebut Musamet. Di tempat Musamet itu dibangun sebuah rumah besar & dapur. Rumah tersebut memakai orang jaga rumah bernama Nahiri dengan anjingnya yang bernama Vektor. Rumah yang dibangun mempunyai maksud apabila dari ERI Lanit datang ke Eri Wakang kalau sudah malam bisa bermalam dan tidur di Musamet dan begitu sebaliknya dari Eri Ohu datang ke Eri Lanit kalau mau pulang ke Eri Ohu sudah malam biarlah tidur di Musamet. Hal ini jelas sudah tidak ada permusuhan dari ke-empat Eri tersebut.

Musyawarah terus dilanjutkan dari ke-empat Eri tersebut di Musamet yang di dalamnya mereka memikirkan bagaimana untuk mencari satu tempat untuk membuat kediaman. Dalam perundingan itu yang menjadi pmrakarsa adalah Eri Wakang dibawah pimpinan Kapitan Absalom. Usulan pertama dalam perundingan itu adalah Eri Lanit yaitu Kapitan Permata, usul kedua dari Eri Ohu yaitu Kapitan Gorofa. isi usulan dari Eri Lanit : lebih baik katong panah cari negeri sedangkan usulan dari Eri Ohu : lebih baik katong lempar tombak. Kedua usul tersebut dipertimbangkan oleh Kapitan Absalom Dari Eri Wakang bahwa kalau memakai panah nanti anak panah bisa tasangko di pohon-pohon dan tidaj dapat dicari,lebih baik pakai tombak.

Akhirnya setuju memakai tombak. Kesempatan pertama untuk melempar tombak adalah dari Eri Ohu yaitu Kapitan Gorofa setelah Kapitan Gorofa melepas tombak maka tombak jatuh pada tempat yang bernama Wailatu. Pelemparan tombak kedua adalah dari Eri Wakang yaitu Kapitan Absalom pada pelemparan tombak kedua tombak jatuh di belakang negeri yang sekarang rumah Kel. Putinela. Pelemparan yang ketiga dari Eri Lanit yaitu Kapitan Permata, tombak jatuh di tengah negeri yang sekarang tempat berdirinya Baeleo yang bernama Lenusa. Setelah tombak dikumpulkan maka terjadi pengambilan keputusan dimana dituntutnya bahwa tombak yang jatuh dari Eri Lanit sebagai tempat musyawarah. Dari situlah disebut Aman Surit yang artinya Siap Bakal Lalu Cari.

Source http://juliansoplanit.blogspot.co.id/ http://juliansoplanit.blogspot.co.id/2013/06/sejarah-negeri-suli.html
Comments
Loading...