Sejarah Negeri Booi Maluku

0 97

Sejarah Negeri Booi

Pada mulanya masyarakat negeri booi (tradisional) adalah perpaduan dari rumpun suku Siwa dan rumpun suku Lima, yang berasal dari pulau Seram. Tetapi kemudian dalam penelusuran sejarah kemudian, ada pengakuan yang kuat bahwa mereka (masyarakat pertama yang menguasai negeri Booi sekarang) berasal dari Nunusaku Nunu Wae Sane yang adalah tempat tinggal salah satu rumpun suku Siwa. Adapun alasan ini dapat dijelaskan dalam sejarah negeri Booi bahwa salah satu sub suku Siwa ini, awalnya menyinggahi dengan perahu kora-kora mereka, di pantai yang bernama Haturissa (sekarang menjadi salah satu pantai yang ada di negeri Booi); yang artinya “Batu Perang”.

Di Haturissa mereka berperang dengan orang-orang yang lebih dahulu telah menguasai tempat itu, yaitu mereka yang berasal dari rumpun sub suku Lima, yang juga berasal dari pulau Seram (dua rumpun suku ini, sejak dari pulau Seram tidak pernah akur dan sering terlibat dalam perang). Namun kemenangan selalu ada di pihak sub suku Siwa, maka rumpun sub suku Lima akhirnya mengajak bersekutu dan mereka berdamai; sehingga bermufakat untuk mencari tempat di atas gunung yang aman, sebagai tempat tinggal mereka (Semenjak dari situ sub suku Lima tunduk di bawah kekuasaan sub suku Siwa dalam berbagai hal).

Lalu mereka naik di atas sebuah batu karang yang besar dan ada suatu tempat yang datar, dan dari tempat itu pula, mereka dapat melihat kesegala jurusan laut yang jauh. Sedangkan di bagian belakang dataran yang luas ini terlindung dengan batu karang yang besar-besar yang tidak mungkin ditembusi oleh musuh manapun. Tempat itu adalah Sawahil namanya, yaitu negeri lama negeri Booi sekarang.

Sawahil (yang artinya : Satu Saja) sebagaimana namanya, dikarenakan hanya ada satu pintu untuk masuk dan satu pintu untuk keluar dari bagian belakang, sudah pasti negeri ini sangat sulit untuk ditembusi oleh siapapun (musuh). Bagian pintu masuk namanya Amann O Wonnyo. Amann o; artinya “Negeri Sedang” (rupa-rupanya dahulu bagian pintu depan ada delegasi khusus yang ditempatkan untuk menjaganya), dan Wonnyo; yang artinya “Muka Negeri”. Pintu belakang bernama Seitol; artinya Muka Pisau. Lalu mereka mengangkat seorang yang dianggap cakap, untuk mengatur mereka secara adat istiadat yang dianutnya, agar mereka hidup rukun, dan tidak bermusuh-musuhan, namanya : Amanno Punnyo yang artinya “Tua negeri”.

Source http://juliansoplanit.blogspot.co.id/ http://juliansoplanit.blogspot.co.id/2013/01/sejarah-negeri-booi.html
Comments
Loading...