Sejarah Negeri Amahai Maluku

0 114

Sejarah Negeri Amahai

Amahai disebut dan ditulis juga Amahei. Tulisan ini berkaitan erat dengan sejarah yang tidak dapat dilepaskan dari bahasa dan artikulasi atau dasar ucapan yang berubah dari waktu ke waktu. Secara etimologi kata Amahai terdiri dari dua suku kata yaitu: Ama dan Mahai. Ama yang artinya Bapak dan mahai yang artinya hidup.

Sejak jaman diaspora atau migrasi secara besar-besaran dari nunusaku, serombongan besar manusia dari suku wemale rumpun pata siwa berpindah atau keluar meninggalkan nunusaku mengambil jalan arah ke timur kemudian menyebar ke selatan, mereka terdiri dari beberapa soa atau hena yang masing-masing soa atau hena dipimpin oleh seorang upu. Rombongan ini menyebar pada suatu daerah yang luas, mulai dari uwe terus paurita (kepala wai ruata) di teluk elpaputi sampai hatumete. Maka maweng mengucap syukur pada upu lero dan upu lanite bahwa orang tua mereka yang adalah Ama atau Bapak masih tetap Mahai atau hidup. Kata amahei berasal dari kalimat “Ama Hei nama Namakala” yang berarti Bapak sejak dahulu kala.

Ada sebagian orang berpendapat bahwa amahei berasal dari kata EMHEI yang artinya asing rasanya. Amahai, sesudah tahun 1605, menerima kekuasaan belanda, sehingga terbentuklah di Amahai suatu pemerintahan yang namanya “Regen Van Amahai” untuk menerimah kekuasaan asing itu terjadi berbagai pergantian kekuasaan Inama dan Hena satu kepada Hena lain silih berganti, yang pada akhirnya berkesudahan dengan satu “Restorasi” atau “Pembaharuan” di Amahai.

Source http://juliansoplanit.blogspot.co.id/ http://juliansoplanit.blogspot.co.id/2013/01/sejarah-negeri-amahai.html
Comments
Loading...