Sejarah Museum BRI Purwokerto

0 107

Sejarah Museum BRI Purwokerto

Pada tanggal 16 Desember 1895 bank BRI didirikan oleh Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden yang artinya Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyai Purwokerto. Wirjaatmadja lahir dari pasangan Raden Ngabehi Dipadiwirdja (Kepala Demang Prajurit Ayah) dengan ibu anak dari Mas Ngabehi Kertajaya di Adireja ibukota daerah Ayah kabupaten Banyumas pada bulan Agustus 1831. Pada usianya yang ke-21 tahun Aria Wirjaatmadja telah menjadi juru tulis kontrolir Belanda di Banjarnegara. Sekarang, tanggal pendirian bank dijadikan hari ulang tahun BRI.

Pendirian bank BRI berangkat dari keprihatinan Aria Wiraatmadja terhadap kaum Priayi Banyumas. Ketika itu Aria Wiraatmadja menghadiri pesta khitanan mewah yang diadakan oleh seorang guru. Di tengah pesta ia bertanya soal sumber dana yang diperoleh sang guru untuk menggelar acara mewah tersebut, hingga dapat menjamu para tamu pejabat serta memberikan hiburan Tayuban yang menjadi lambang kemewahan warga Banyumas kala itu. Padahal gaji guru saat itu tidak mungkin cukup untuk menggelar pesta tersebut. Sang guru mengakui bahwa uang untuk menggelar pesta diperoleh dari seorang rentenir. Bunga yang ditetapkan oleh si rentenir ternyata cukup tinggi. Masalah ini sebenarnya juga dialami oleh banyak Priayi di Banyumas.

Berawal dari penggunaan uang kas masjid sebagai modal, akhirnya berkembang menjadi Bank Bantuan dan Simpanan Milik Pegawai Pangreh Praja Berkebangsaan Pribumi (Hulp en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren). Pada era penjajahan Jepang, bank ini sempat berganti nama menjadi Syomin Ginko. Baru setelah kemerdekaan di tahun 1946, bank diambil alih dan namanya berubah menjadi Bank Rakyat Indonesia hingga kini.

Source https://sejarahlengkap.com https://sejarahlengkap.com/bangunan/sejarah-museum-bri-purwokerto
Comments
Loading...