Sejarah Monumen Arek Lancor

0 424

Monumen Arek Lancor

Monumen Arek Lancor adalah salah satu monumen yang ada di Madura, tepatnya berlokasi di tengah kota Pamekasan. Sebagaimana pembangunan monumen di kota-kota lain pada umumnya, monumen ini dibuat sebagai bentuk penghargaan dan pengabdian pada para pejuang yang telah mempertahankan dan membebaskan daerah mereka dari tangan penjajah.

Bangunan monumen itu berbentuk lima celurit (senjata khas Madura) yang berdiri tegak di pusat kota Pamekasan dan diapit oleh pusat ibadah dua agama terbesar di dunia yaitu Masjid Agung Asy Syuhada (Masjid Jami’) yang adalah tempat ibadah umat muslim di sana dan juga Gereja Katolik Maria Ratu Para Rasul yang merupakan pusat ibadah umat kristen terbesar di Pamekasan. Dari hal tersebut kita bisa melihat bagaimana nyatanya toleransi umat beragama yang ada di pulau Madura sendiri.

Di dekat Monumen Arek Lancor jika anda datang berkunjung, anda bisa menemukan taman kota yang biasanya didatangi oleh masyarakat sekitar atau bahkan yang berasal dari luar pulau Madura. Karena letaknya yang berada di tengah kota, masyarakat dan wisatawan dengan mudahnya bisa berkunjung kesana. Di taman ini anda bisa mengajak keluarga, teman atau bahkan pasangan anda untuk sekedar bersantai di bangku – bangku yang telah disediakan sembari menikmati suasana tengah kota yang ramai terutama pada saat sore hari. Anda juga bisa mengajak anak anda bermain di area bermain yang memang khusus untuk anak-anak.

Jaman dahulu di Pamekasan pada tanggal 26 Agustus 1947, telah terjadi sebuah perlawanan rakyat melawan sekutu di daerah Klampar, yang lalu disebut dengan neraka pertemuran pada masa itu. Ini satu peristiwa perlawanan dari sejumlah perjuangan rakyat Pamekasan menentas koloanisme.

Dan sebelum peristiwa heroik ini terjadi, Pamekasan memiliki sejarah panjang pada awal abad ke 16, yaitu pada masa Kejayaan Pamekasan Pada Masa Pemerintahan Pangeran Ronggosukowati, sebagai tokoh sentral sehingga menjadi dasar keberlanjutan kepemerintahan Kabupaten Pamekasan hingga saat ini.

Semua peristiwa bersejarah tersebut, Pamekasan lahir dan dibesarkan sebagai etnik Madura. Etnik yang memiliki simbol dan indentitas yang keras, tegas, solider dan menterjemahkan hak dan harga diri sebagai kekuatan diri dan pertahanan, yang diindentikan pada benda-benda tajam seperti, celurik, arek, lancor, keris dan lainnya sebagai media mempertahakan, pembelaan dan menyerang. Indentitas tersebut kemudian diekspresikan dalam bentuk monomen oleh masyarakat setempat, sebagai bentuk penghargaan pada para pendahulunya.

Source https://www.tempat.me https://www.tempat.me/wisata/Monumen-Arek-Lancor
Comments
Loading...