Sejarah Masjid Sunan Giri Gresik

0 661

Lokasi Masjid Sunan Giri

Masjid Sunan Giri terletak di Bukit Giri, Kebomas, Gresik, Jawa Timur 61124.

Sejarah  Masjid Sunan Giri

Kehadiran masjid ini tidak dapat dipisahkan dari sejarah penyebaran agama Islam di daerah Gresik, terutama yang dilakukan oleh Raden Paku Ainul Yaqin, salah seorang dari Wali Songo yang bergelar Sunan Giri. Masjid Sunan Giri didirikan pada 1544 atas prakarsa Nyi Ageng Kabunan (cucu Sunan Giri), lantaran setelah Sunan Giri meninggal pada 1506 banyak para peziarah berdatangan ke Makam Sunan Giri, dan para pengikutnya pun berpindah tempat dan tinggal di sekitar Bukit Giri, agar lebih dekat ke makam Sang Sunan.

Masjid tersebut sebenarnya adalah bangunan masjid dari komplek pesantren Sunan Giri di Bukit Kedaton yang dibangun tahun 1399 saka, pada saat itu pesantren Sunan Giri di Bukit Kedaton mengalami perkembangan pesat, sehingga kemudian dibangunlah sebuah musolla untuk shalat jamaah serta untuk kegiatan-kegiatan peantren. Tahun 1407 Saka/1481 Miladiyah dipugar dengan memperluas bangunan dan masjid itu dinamakan masjid Jamik.

Pada saat itu Sunan Giri diangkat sebagai penasihat oleh Raden Patah selaku Sultan Demak pertama, sekaligus sebagai ketua dari para wali maka langgar itu kemudian dijadikan masjid Jamik. Meskipun bangunan ini ukurannya relatif kecil namun cukup indah dan artistik penuh ukiran dan kaligrafi huruf arab serta ayat suci Al-Qur’an. Atap masjid terbuat dari sirip kayu, pondasinya terbuat dari batu-batu berukir sampai sekarang tetap dalam keadaan utuh di atas bukit Kedaton.

Setelah 10 tahun sunan Giri wafat, perhatian masyarakat beralih pada makam Sunan Giri, di Bukit Giri, maka terjadilah perpindahan penduduk, mereka banyak bertempat tinggal di Bukit Giri. Melihat hal itu maka tergeraklah hati Nyi Ageng Kabunan (cucu ketiga Sunan Giri yang menjanda) untuk memindahkan masjid dari Bukit Kedaton Kebukit Giri dekat makam Sunan Giri.

Pemindahan dilakukan pada tahun 1544 Masehi. Dalam waktu yang relatif singkat masjid berdiri dengan ukuran 150 m2. Masjid tersebut kemudian berganti nama menjadi Masjid Sunan Giri Ainul Yakin. Berdirinya masjid ini direkam dalam ukiran ber-aksara arab ditempatkan di atas pintu utama masjid. Tulisan tersebut berbunyi “Masjid ini dibangun oleh seorang janda (perempuan) cucu Sunan Giri ketiga pada tahun 684 H atau 1544 M”. Tulisan tersebut dibuat oleh Haji Ya’kub Rekso Astono tahun 1856 M.

Source http://bujangmasjid.blogspot.co.id/ http://bujangmasjid.blogspot.co.id/2017/07/masjid-besar-ainul-yaqin-sunan-giri.html
Comments
Loading...