Sejarah Masjid Sabilillah

0 227

Masjid Sabilillah

Semua orang Malang dipastikan mengetahui keberadaan Masjid Sabilillah yang terletak di Jalan Ahmad Yani No.15, Blimbing. Namun, tidak semuanya tahu jika masjid itu adalah bekas markas tentara sabilillah.

Masjid tersebut menjadi sebuah monumen bagi Arek Malang saat perang melawan Inggris pada 10 November 1945 di Surabaya. Mereka tergabung dalam Laskar Sabilillah pimpinan KH Masjkur. Masjid itu dibangun untuk menjadi penanda perjuangan laskar tersebut.

Masjid Sabilillah berdiri di lahan seluas 8.100 meter persegi dan dibangun di sebuah hamparan tanah kosong dimana pada masa perang digunakan untuk berkumpul. Di sana ada sebuah gubuk yang dijadikan markas bersama Laskar Sabilillah dan Laskar Hizbullah.

Di tempat sederhana itu, seluruh laskar berembug mengatur strategi perjuangan pada pertempuran 10 November dan agresi militer Belanda dua tahun kemudian. Kemudian pada tahun 1968 ada monumen perjuangan sebagai rencana pembangunan masjid. Pembangunan itu sendiri baru terjadi pada tahun 1974, sekaligus sebagai sarana dakwah kepada masyarakat.

Karena dianggap sebagai sebuah monumen, bentuk dari Masjid Sabilillah benar-benar penuh arti. Pilar utama sebagai penyangga berjumlah sembilan sebagai penanda jumlah wali sembilan. Kemudian dikitari oleh 17 buah pilar kecil sebagai penanda hari kemerdekaan. Kemudian kubah masjid yang berdiameter 20 meter mengisyaratkan sifat-sifat Tuhan.

Kemudian tinggi lantai mencapai delapan meter mengartikan bulan Agustus hari kemerdekaan, kemudian menara masjid setinggi 45 meter adalah sebagai simbol tahun kemerdekaan.

Sementara di teras masjid ada sebuah prasasti kecil untuk mengenang perjuangan kemerdekaan yang dipelopori oleh alim ulama. Prasasti itu berbunyi: ‘Masjid Sabilillah sebagai monumen perjuangan kemerdekaan RI 1945 yang dipelopori oleh alim ulama.’

Masjid Sabilillah ini juga mempunyai prestasi yang bagus, karena mendapatkan anugrah dari Kementerian Agama RI melalui Ditjen Bimas Islam bersama 12 masjid lain di Indonesia pada tahun 2016 kemarin.

Penghargaan yang diberikan langsung oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin ini Masjid Sabilillah mendapatkan Masjid Besar Percontohan Paripurna, yakni masjid sempurna dan paripurna dengan penilaian tiga aspek sekaligus, yakni aspek imarah (aspek peribadatan), idarah (aspek manajemen), dan aspek ri’ayah (perawatan dan pemberdayaan).

Source https://ngalam.co https://ngalam.co/2017/01/04/masjid-sabilillah-monumen-perjuangan-laskar-sabillah-malang/
Comments
Loading...