Sejarah Masjid Raya Stabat

0 55

Sejarah Masjid Raya Stabat

Masjid Raya Stabat merupakan salah satu masjid peninggalan bersejarah yang ada di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara selain Masjid Raya Azizi yang ada di Tanjung Pura. Masjid ini juga merupakan masjid terbesar dan masjid utama di Kota Stabat, Kabupaten Langkat.

Masjid ini berada di Kota Stabat, ibukota Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Tepatnya di sisi Sungai Wampu dan berada di pinggir Jalan Lintas Sumatera, Medan-Banda Aceh sebelum Jembatan Stabat. Kalo dari Medan masjidnya ada di sebelah kiri.

Masjid ini dibangun dua tahun setelah pembangunan Masjid Azizi di Tanjung Pura, tepatnya mulai dikerjakan pembangunannya pada tahun 1904 semasa Kejuruan Stabat T HM Khalid.

Pada awal pembangunan, masjid ini hanya terdiri dari bangunan induk seluas 20 meter persegi delapan, ditambah teras dua meter keliling dan satu buah menara masjid. Saat itu jama’ah yang dapat ditampung hanya berkisar 300 orang.

Tapi sekarang Masjid Raya Stabat ini telah berkembang pesat, luas areal masjidnya saat ini menjadi 4.454 meter persegi dengan daya tampung mencapai 1350 jamaah. Fasilitas masjid juga dikembangkan seperti bangunan whudu’ wanita, perpustakaan masjid dan aula.

Masjid Raya Stabat ini memiliki arsitektur dengan corak Melayu Langkat yang khas yang terlihat dari warna masjidnya yang didominasi warna kuning dan hijau, warna kebesaran suku Melayu. Pada bagian kubah, kubah masjid ini terlihat menonjol yang menunjukkan ciri khas bangunan Melayu Langkat. Di bagian luar, terdapat pula lebih dari 100 tiang penyangga masjid untuk menahan bangunan masjid.

Source http://www.backpacksejarah.com http://www.backpacksejarah.com/search/label/Masjid
Comments
Loading...