Sejarah Masjid Raya Kunto Darussalam Rokan Hulu

0 56

Sejarah Masjid Raya Kunto Darussalam Rokan Hulu

Salah satu masjid yang memiliki sejarah penting di daerah Rokan Hulu adalah Masjid Raya Kunto Darussalam. Masjid ini terletak di Desa Kota Lama, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu. Atau sekitar 62 km dari pusat Kota Pasir Pangarayan. Sebelum dilakukan pemugaran pada tahun 2005, masjid ini merupakan masjid tua yang terbuat dari papan dan atap seng. Kondisinya tidak memungkinkan lagi untuk digunakan sebagai tempat shalat berjamaah, akibatnya jamaah mulai meninggalkan masjid bersejarah ini dengan membuat bangunan masjid yang baru. Barulah pada tahun 2005, secara bersama-sama, pemerintah daerah dan pemerintah provinsi melakukan pemugaran bangunan masjid yang menghabiskan anggaran milyaran rupiah hingga selesai.

Sebagai negeri seribu suluk, Rokan Hulu memiliki banyak sekali masjid-masjid besar, termasuk Masjid Raya Kunto Darussalam tersebut. Sejarah masjid ini sudah cukup lama, dibangun pada tahun 1937 dengan pendirinya bernama R.T. Muhammad Alie. Di dalam masjid tersebut terdapat 3 makam para ahli suluk yang dikenal dengan sebutan khalifah. Ketiga makam tersebut masing-masing adalah milik Tengku Imam, Imam Nawawi dan Khalifah Muda. Masjid ini menjadi salah satu pusat kegiatan jamaah tarikat Na’syahbandiyah.

Pada versi sejarah yang lainnya mengatakan, masjid Raya Kunto Darussalam ini dahulunya sudah mulai dirintis pada tahun 1912, yakni pada masa kerajaan Kunto Darussalam berdiri.

Pada saat itu, kerajaan dipimpin oleh Raja Tengku Mahmud, yang kemudian dilanjutkan oleh Raja Muhammad Ali dengan gelarnya Tengku Pahlawan, serta dibantu juga oleh Syech Jamil Mahmud (sebagai imam pertama). Hingga saat ini memang belum ditemukan bukti sejarah tertulis tentang pendirian masjid tersebut. Informasinya hanya dari mulut ke mulut secara turun temurun.

Pada awal berdirinya masjid bersejarah ini, ukurannya hanya sebesar 8 x 10 meter. Di di dirikan di tanah yang di wakafkan raja, di daerah kampung Terendam Lingkungan Parit Nan Empat, Kelurahan Kotolama, Kecamatan Kunto Darussalam. Barulah secara resmi, pembangunan masjid ini dumulai pada tahun 1937 yang diresmikan oleh Raja Tengku Pahlawan berdasarkan mufakat dari para tokoh pemuka masyarakat pada saat itu. Diantaranya yang hadir adalah Tengku Pahlawan sebagai Raja, Dt Bendaharo Dahlan (Gunto Adat), Tengku Mahmud (sesepuh kerajaan), Dt Sri Paduko Asa (ninik mamak), Ch Mudo (tokoh Tarekat Naqsyabandi), Ch Yakin Perak, Syeh Jamil Mahmud, Imam Jailano Yunus, Kotik Tani, Imam Qodi Musa, Imam Lobai Jaya, Bila Mhd Rasu dan sebagainya.

Pembangunan masjid dilakukan secara gotong royong oleh para tukang yang kebanyakan berasal dari Sumatera Barat. Beberapa tukang yang dihadirkan diantaranya tukang bila muroh, tukang panjang, dan tukang sirat (sutan sileman). Material bangunan sendiri didatangkan dari Kerajaan Rokan IV Koto Sumatera Barat. Bangunan masjid terbuat dari kayu dengan atap seng. Sebagian material lain ada juga yang didatangkan dari luar negeri seperti Singapura. Pada tahun 1952 dan 1979 dilakukan pemugaran bangunan masjid dengan ditambahkannya serambi di bagian luar masjid.

Namun pada tahun 1985, jamaah merasa kondisi bangunan yang sudah semakin tua dan tak mampu lagi menampung kapasitas jamaah. Maka didirikan lah sebuah bangunan masjid yang baru yakni Riyadhul Muttaqin. Masjid baru ini mulai difungsikan pada tahun 1998. Sementara kondisi Masjid Raya Kunto Darussalam pada saat itu sudah sangat memprihatinkan. Maka atas usul pemerintah daerah yang didukung oleh pemerintah provinsi, pada tahun 2005 bangunan masjid Raya Kunto Darussalam dipugar dengan menghabiskan anggaran milyaran. Arsitektur yang khas dari bangunan baru Masjid Raya Kunto Darussalam adalah 5 kubah bercorak Turki dan ukiran kayu gaya Eropa, serta gabungan antara gaya ukiran Turki dan Eropa.

Source http://www.riaumagz.com http://www.riaumagz.com/2018/05/wisata-sejarah-masjid-raya-kunto.html
Comments
Loading...