Sejarah Masjid Raya Kotapinang Sumatera Utara

0 461

Lokasi Masjid Raya Kotapinang

Masjid Raya Kotapinang terletak di Jl. Mesjid Raya, Kota Pinang, Kabupaten Labuhan batu Selatan, Sumatera Utara 21464.

Sejarah Masjid Raya Kotapinang

Masjid Raya Kotapinang merupakan masjid Raya Kabupaten Labuhanratu Selatan. Masjid ini merupakan salah satu peninggalan Kesultanan Kotapinang sekaligus sebagai masjid tertua di Kotapinang. Masjid ini lebih dikenal dengan sebutan Masjid Raya. Dahulunya, masjid ini juga dikenal dengan sebutan Masjid Raja. Nama masjid ini diubah menjadi Masjid Besar.

Menurut masyarakat muslim di Kotapinang masjid ini didirikan pada masa pemerintahan Sultan Mustafa Alamsyah XII pada tahun 1800-an sebelum istana Kota Bahran di Jalan Istana didirikan. Saat itu Kesultanan Kotapinang yang bertahta di Jalan Bukit (kini lapangan MHB ) mulai mencapai kejayaannnya.

Bangunan Masjid Raya Kotapinang

Bangunan Masjid terbagi atas ruang utama dan teras serta bangunan tempat wudhu yang terpisah dari bangunan induk. Ruang utama tempat salat, berbentuk prisma. Jika di lihat dari desain atapnya, gedung ini akan terlihat seperti burung layang-layang yang sedang terbang dari atas. Pada sisi kiblat terdapat serambi kecil yang menjorok keluar. Dari bagian belakang hingga sisi Selatan dan Utara masjid terdapat teras.

Jendela-jendela yang mengelilingi pintu beranda terbuat dari kayu dengan kaca. Berbeda dari kebanyakan masjid lainnya, Masjid Besar ini awalnya tidak memiliki banyak ornamen. Namun dalam beberapa tahun belakangan, oleh pengurus masjid kemudian masjid ini dihiasi berbagai ukiran dan kaligrafi di bagian dindingnya.

Dahulunya, di tengah-tengah masjid terdapat tangga yang digunakan sebagai jalan menuju kentongan di bagian atas atau kubah masjid. Kentongan tersebut digunakan untuk memberikan tanda masuknya waktu salat agar terdengar ke seluruh penjuru Kotapinang. Hal itu dilakukan karena pada masa itu belum ada alat pengeras suara. Kalaupun ada, aliran listrik juga belum tersedia. Setelah kentungan ditabuh, baru kemudian azan dikumandangkan.

Sejak dibangun masjid ini bentuknya tidak pernah diubah meski sudah dipugar. Hanya saja bagian jendela sudah berganti kaca, dulunya seluruh jendela masjid terbuat dari kayu. Masjid Raya Kotapinang didesain menampung 200-an jamaah. Selain ibadah salat lima waktu, masjid ini juga sering digunakan untuk melaksanakan salat I’ed dan hari besar Islam lainnya. Menurut penuturan warga setempat, dulunya usai salat hari raya Idul Fitri, Sultan Mustafa kerap membagi-bagikan uang kepada warga di tempat itu.

Source https://singgahkemasjid.blogspot.co.id/ https://singgahkemasjid.blogspot.co.id/2016/09/masjid-raya-kotapinang-labuhanbatu.html
Comments
Loading...