Sejarah Masjid Nurul Iman Sumatera Barat

0 231

Lokasi Masjid Nurul Iman

Masjid Nurul Iman terletak di pertigaan Jalan Imam Bonjol dan Jalan MH Thamrin di pusat Kota Padang, Sumatera Barat.

Sejarah Masjid Nurul Iman

Perjalanan sejarah Masjid Nurul Iman Kota Padang ini cukup berliku liku mulai dari pertama dibangun kemudian beberapa kali mengalami kerusakan parah hingga nyaris hancur sampai ahirnya bermetamorfosis ke bentuknya yang kini kita lihat begitu indah dan megah serta menjadi salah satu ikon kota Padang.

Pembangungan masjid Nurul Iman dimulai tanggal 26 September 1958 dengan dari Kepala Operasi Kodam III/ 17 Agustus, ketika itu Propinsi Sumatera Barat dibawah pemerintahan Gubernur Kaharudin Datuk Rangkayo Baso (Menjabat 1958~1965) dan juga sumbangan dari Menteri agama saat itu. Lahan untuk masjid ini seluas 1,18 hektar bangun masjid nya sendiri berlantai dua dengan masing-masing seluas 2.674 M2 dan berada di pusat kota Padang.

Sepanjang masa orde lama, pembangunan masjid ini berjalan begitu lamban sampai akhirnya ter­bengkalai. Baru pada tahun 1966 Paska Gerakan 30 September/PKI, pembangunan masjid ini dibantu pemerintah. Dan sejak itu Gubernur berikutnya Harun Zain (Menjabat 1967~1977) bisa lebih nyaman melanjutkan pembangunan Masjid Nurul Iman. Namanya pun sudah berganti jadi Nurul Iman. Ditetapkan dengan SK Gubernur Sumbar No Kemasj.025/GSB/66 tanggal 10 Maret 1966. Penyelesaian pembangunan masjid ini ketika itu menghabiskan dana sekitar Rp. 300 juta, selain dari dana yang berasal dari jemaah juga mendapat uluran tangan pemerintah. Presiden Soeharto mengirimkan sumbangan sekitar Rp 40 juta untuk membantu pembangunan masjid ini.

11 November 1976 pukul 22.20 malam hari, sebuah ledakan bom merusak masjid ini. Berdasarkan keterangan dari pihak keamanan dibawah Pangkomkamtib Sudomo disebutkan bahwa Imzar Zubil, dari Komando Jihad yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Masih menurut pihak keamanan, bom tersebut sepertinya di atur untuk meledak ketika pelaksanaan ibadah sholat Jum’at ke-esokan harinya, namun bom tersebut meledak lebih dini, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Ledakan bom tersebut menyebabkan loteng mesjid di lantai satu berantakan sepanjang 30 x 2 meter. Jendela kaca di beberapa bagian pecah, sementara lobang angin (ventilasi) lantai dua menjadi bolong selebar satu meter persegi. Meski sempat ditutup sementara untuk penyelidikan, namun menjelang waktu sholat jum’at masjid ini kembali dibuka untuk umum. Sampai kini pelaku bom tersebut belum pernah berhasil ditangkap oleh pihak berwenang.

Source http://bujangmasjid.blogspot.co.id http://bujangmasjid.blogspot.co.id/2011/04/mesjid-nurul-iman-kota-padang-sumatera.html
Comments
Loading...