Sejarah Masjid Lubuk Bauk Sumatera Barat

0 260

Lokasi Masjid Lubuk Bauk

Masjid Lubuk Bauk terletak di Batipuh Baruah, Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat 27125.

Sejarah Masjid Lubuk Bauk

Surau Lubuk Bauk atau kadang keliru disebut sebagai Masjid Lubuk Bauk. Surau ini didirikan pada 1896 memakai nama tempat berdirinya dan rampung pada 1901.

Menurut ceritanya, surau ini dibangun oleh para ninik mamak yang berasal suku Jambak, Jurai Nan Ampek Suku sekitar tahun 1896 dan diperkirakan selesai tahun 1901. Tanah surau ini berasal dari wakaf Datuk Bandaro Panjang.

Sebagaimana umumnya surau di Minangkabau, keberadaan surau ini dikhususkan sebagai pusat pendidikan non-formal setempat. Letaknya berdampingan dengan Masjid Al-Ula yang menyelenggarakan salat jemaah, dikelilingi rumah penduduk, dan dibatasi jalan raya di sebelah utara.

Bangunan Masjid Lubuk Bauk

Surau ini dibangun sepenuhnya dengan bahan utama kayu Surian dengan luas 154 meter persegi dan tinggi bangunan sampai ke puncak kurang lebih 13 m dengan corak bangunan dari Koto Piliang yang dapat dilihat dari susunan atap dan adanya menara. Dengan material kayu konstruksinya tidak mengalami kerusakan berarti walaupun beberapa kali dilanda gempa besar dan angin kencang.

Bangunan-nya berdenah bujur sangkar, dengan luas 154 meter persegi. Ada 30 tiang kayu penyangga berbentuk segi delapan yang menopang bangunan dan saling terhubung dengan sistem pasak tanpa paku besi. Lantai satu memiliki denah berukuran 13 x 13 meter. Letaknya ditinggikan sekitar 1,4 meter dari permukaan tanah, membentuk kolong. Kolong bangunan ditutup membentuk lengkungan-lengkungan yang pada bagian atasnya dihiasi ukiran berpola tanaman sulur-suluran.

Mihrab dibuat menjorok ke luar berukuran 4 x 2,5 meter dinaungi atap gonjong, bentuk atap yang terdapat pada rumah gadang. Pada setiap sisi ruangan, terdapat jendela, kecuali pada mihrab. Pintu masuk terletak di sisi timur sejajar dengan mihrab. Di atas pintu (ambang pintu) terdapat tulisan basmalah yang dibuat dengan teknik ukir dan di belakangnya ditutup dengan bilah papan.

Pada sebelah kanan pintu, terdapat tangga yang mengubungkan ke lantai dua. Lantai ini berdenah 10 × 7,50 meter. Di tengah-tengah ruangan lantai dua, terdapat tiang dengan tangga melingkar untuk ke lantai tiga, yang memiliki denah lebih sempit berukuran 3,50 × 3,50 meter.

Keunikan dari Surau Lubuk Bauk adalah memiliki ukiran khas Minangkabau dan cap izin Belanda yang berupa mahkota Kerajaan Belanda. Cap tersebut terukir pada dinding gonjong surau. Setiap ukiran di surau, seperti ukiran motif kaluak paku, ukiran aka cino hingga motif itiak pulang patang menyimpan arti filosofinya sendiri.

Source http://bujangmasjid.blogspot.co.id/ http://bujangmasjid.blogspot.co.id/2017/11/surau-lubuk-bauk-tanah-datar.html
Comments
Loading...