Sejarah Masjid Lautze 2 Bandung

0 20

Masjid Lautze 2

Masjid yang ukurannya tidak terlalu besar, hanya berukuran 7 x 6 meter, ini bernama Masjid Lautze 2. Lokasinya di Jalan Tamblong 27. Hanya beberapa meter dari patung Persib. Kalau tidak teliti masjid ini akan terlewat karena letaknya terselip di antara bangunan yang lain.

Masjid ini didominasi warna merah dan kuning emas baik di luar maupun di dalam masjid. Bangunan yang berbau oriental ini terdiri dari dua lantai. Lantai pertama untuk melakukan ibadah, dan tempat wudu. Adapun lantai II untuk kantor atau kegiatan lainnya si masjid tersebut.

Majid yang berada di tepi jalan yang arus lalu lintasnya ramai ini berdiri pada 1997. Pendirinya adalah mualaf Tionghoa bernama Oei Tjeng Hien atau biasa dikenal dengan nama Haji Karim Oei. Karim Oei adalah tokoh Muhammadiyah, mantan anggota Parlemen RI, dan pendiri Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI).

Berdirinya masjid ini berawal dari keinginan untuk membuat tempat pusat informasi bagi etnis Tionghoa yang ingin memeluk agama Islam, dan bagi mualaf Tionghoa di Bandung. Masjid Lautze 2 kepengurusannya ditangani oleh Yayasan Haji Kariem Oie (YHKO).

Masjid ini merupakan masjid kedua yang didirikan (YHKO). Itulah mengapa masjid ini bernama Masjid Lautze 2. Masjid Lautze pertama berdiri di kawasan Pecinan Jakarta pada 1991.

Masjid yang masih menempati gedung kontrakan ini hanya bisa menampung 50 jemaah. Apabila salat jumat, para jemaah bisa meluber ke trotoar di Jalan Lembong. Masjid ini seperti tertutup karena pintunya yang mirip pintu sebuah kantor selalu tertutup. Tapi sebetulnya setelah memasukinya jemaah di sana akan menerima siapa pun yang akan salat di masjid itu.

Di masjid ini memiliki program kerja pendampingan muallaf. Program yang menarik lainnya adalah Lautze Education, program kursus Bahasa Mandarin, kursus Bahasa Arab, dan kursus Shufa (seni kaligrafi Tionghoa). Ada juga Khalifah Singer yang merupakan kelompok vokal lagu-lagu religi Islam yamg diiringi instrumen khas Tionghoa. Kemudian Lautze Publishing penerbitan buku-buku Islam dan Tionghoa. Seperti masjid pada umumnya masjid ini pun menggelar kegiatan untuk mengisi bulan Ramadan. Mulai buka bersama, tarawih hingga sahur.

Source https://www.serbabandung.com https://www.serbabandung.com/masjid-lautze-2/
Comments
Loading...