Masjid Kotagede Yogyakarta

0 32

Lokasi Masjid Kotagede

Masjid Kotagede terletak di  Desa Jagalan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sejarah Masjid Kotagede

Masjid Kotagede Yogyakarta adalah salah satu masjid tertua di Yogyakarta. Bangunan ini merupakan masjid peninggalan Mataram yang masih bisa dilihat sekarang dan juga masih dipakai sebagaimana fungsinya. Di Kotagede Yogyakarta memang terdapat banyak peninggalan bersejarah yang menyimpan informasi pada masa kerajaan Mataram. Salah satu tempat bersejarah di kota ini adalah Masjid Agung Kotagede yang dibangun pada zaman kerajaan Mataram pada tahun 1640 oleh Sultan Agung. Masjid ini di bangun secara bergotong-royong dengan masyarakat setempat yang pada umumnya waktu itu beragama Hindu dan Budha.

Masjid Kotagede Yogyakarta yang sudah berusia ratusan tahun ini memiliki sebuah prasasti yang menyebutkan bahwa Masjid tersebut dibuat dalam dua tahap. Tahap pertama dibangun pada masa Sultan Agung yang berhasil membangun inti masjid yang berukuran kecil yang disebut langgar. Tahap kedua masjid ini dibangun oleh Raja Kasunanan Surakarta, Paku Buwono X. Ada perbedaan pada bangunan masjid tersebut yang dibangun oleh Sultan Agung dan Paku Buwono X pada tiangnya. Tiang masjid yang dibangun Sultan Agung berasal dari kayu, sedangkan tiang yang dibangun oleh Paku Buwono X berbahan dari besi.

Sampai saat ini Masjid Kotagede tetap dipakai untuk tempat beribadah umat Islam warga setempat. Bangunan tersebut merupakan bentuk toleransi antara umat beragama waktu itu. Sebagian besar waktu itu warga masih memeluk agama Hindu dan Budha dan dengan senang hati mereka ikut membantu pembangunan masjid tersebut. Ciri khas Hindu dan Budha terlihat dari tiang yang terbuat dari kayu dan di bangun pada masa pemerintahan Sultan Agung yaitu gapura masjid yang berbentuk Paduraksa.

Bangunan Masjid Kotagede

Masjid Kotagede

Bangunan masjid tersebut berbentuk limasan yang dapat dilihat dari atapnya yang bebentuk limas. Ruangannya pun terbagi menjadi dua, yaitu inti dan serambi. Di masjid ini juga terdapat sebuah bedug yang berusia cukup tua yang dahulu merupakan hadiah dari Nyai Pringgit dan sampai sekarang bedug tersebut masih dipakai sebagai penanda waktu untuk berdoa.

Pada dalam masjid terdapat sebuah mimbar yang dipakai untuk berkhotbah dan terbuat dari kayu ukir yang merupakan hadiah dari Sultan Palembang kepada Sultan Agung, tetapi mimbar ini sekarang sudah tidak dipergunakan lagi. Selanjutnya jika wisatawan berjalan ke halaman masjid maka dapat dijumpai adanya perbedaan tembok pada sebelah kiri halaman masjid. Tambok sebelah kiri terlihat tersusun dari bata merah yang ukurannya lebih besar dengan warna merah tua dan terdapat sebuah batu seperti marmer yang permukaanya ditulis aksara jawa. Sedangkan tembok yang lain memiliki batu-bata yang lebih kecil dan berwarna muda dan polos. Ternyata tembok yang berada di sebelah kiri dibangun pada masa Sultan Agung, sementara tembok yang lain merupakan hasil renovasi dari Paku Buwono X. Tembok yang dibangun pada masa Sultan agung berperekat air aren yang dapat membatu sehingga lebih kuat.

Source Masjid Kotagede Yogyakarta
Comments
Loading...