Sejarah Masjid Jamik Al Baitul Amien Jember

0 202

Lokasi Masjid Jamik Al Baitul Amien

Masjid Jamik Al Baitul Amien terletak di Jalan Sultan Agung No. 2 Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur.

Sejarah Masjid Jamik Al Baitul Amien

Dulu, lokasi masjid ini merupakan pendopo Distrik Jember masa Hindia Belanda. Kemudian atas inisiatif Patih Jember kala itu, Raden Pandji Koesoemonegoro, bangunan pendopo yang dibangun sebelum tahun 1883 tersebut dibongkar dan di atasnya didirikan Masjid Jamik yang pertama di Jember pada 19 Desember 1894.

Setelah dinaikkan statusnya menjadi kabupaten, Jember memiliki seorang bupati untuk kali pertamannya, yaitu Raden Tumenggung Ario Notohadinegoro, yang diangkat pada tanggal 17 September 1928. Pada tahun itu pula, Notohadinegoro menyatakan bahwa arah kiblat Masjid Jamik Jember tersebut dianggap salah atau tidak tepat.

Lalu, pada awal Maret 1936, Patih Jember Atmosoedirdjo ditunjuk untuk mengepalai dalam pemugaran masjid tersebut. Dengan dibantu Wedana Kota, dan para penghulu, Patih Jember mengumpulkan para ulama yang ada di Jember kala itu untuk berbagi peran dalam pembangunan masjid tersebut.

Pemugaran Masjid Jamik Al Baitul Amien

Masjid Jamik Al Baitul Amien (bagian depan)

Masjid lama dibongkar dan diratakan dengan tanah. Peletakkan batu pertama dalam pembangunan masjid yang baru kala itu pada tanggal 22 Maret 1936, dan dapat diselesaikan sesuai kontrak dengan kantor arsitek Soegarda dalam jangka waktu 6 (enam) bulan karena banyaknya dukungan yang mengalir dalam pembangunan masjid tersebut, diantaranya dari pihak NV. Landbouw Maatschappij Oud Djember (NV. LMOD).

Masjid yang berdiri di atas sebidang tahah Eigendom verponding No. 981 dengan luas 2.760 m² ini memiliki ketinggian 20 meter. Menurut berita dari Koran Soerabaiasch Handelsblad, Dinsdag – 28 April 1936 yang berjudul “Djember Nieuwe Moskes” yang telah diterjemahkan oleh Y. Setiyo Hadi, gaya arsitektur bangunan masjid tersebut merupakan gabungan atau kombinasi dari yang lama dan model yang baru. Bagian depan masjid sampai kantor disebut dengan Mozes-Stijl (Gaya Musa), sedangkan bagian samping (sisi utara, ruang utama) memakai Dudok-Stijl (Gaya Dudok).

Masjid ini pernah mengalami renovasi pada tahun 1939 dan 1973, akan tetapi dari pemugaran Masjid Jamik yang kedua ini sampai sekarang masih mempertahankan bentuk aslinya. Masjid ini sekarang dikelola oleh Yayasan Masjid Jamik Al Baitul Amien berdasarkan akta notaris No. 97  Tahun 1993 jo No. 22 Tahun 1976.

Source Masjid Jamik Al Baitul Amien Jawa Timur
Comments
Loading...