Sejarah Masjid Jami’atul Khair Kalimantan Barat

0 303

Lokasi Masjid Jami’atul Khair

Masjid Jami’atul Khair terletak di Kampung Pedalaman Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia.

Sejarah Masjid Jami’atul Khair

Masjid Jami’atul Khair berdiri tanggal 25 Desember 1906 oleh Panembahan Menpawah Mohammad Atufik Akamaddin. Masjid ini terletak tak jauh dari Keraton Amantubillah di tepian Sungai Mempawah. Masjid Jamiatul Khair sudah tiga kali mengalami perpindahan tempat. Yakni di Kampung Brunai, Kampung Siantan dan Kampung Pedalaman yang terletak di pinggir Sungai Mempawah. Masjid yang sekarang ini merupakan bangunan yang kedua, karena masjid pertama pernah terbakar

Ditempatkan di pinggir sungai supaya memudahkan masyarakat menuju masjid. Karena pada saat itu sungai dijadikan jalur transportasi utama untuk aktivitas masyarakat. Belum ada pembangunan jalan raya dan lainnya. Sejak dulu hingga saat ini tidak terlalu banyak perubahan fisik bangunan masjid. Bahkan dulunya, masjid memiliki pekarangan yang cukup luas dan sekelilingnya ditumbuhi pepohonan. Tetapi sekarang tanahnya sudah dikavling dan berikan kepada kerabat keraton untuk membangun rumah.

Tempatnya yang berada tidak jauh dari Istana Amantubillah Mempawah. Setiap pengujung yang datang ke Istana Amantubillah Mempawah, pasti menyempatkan berkunjung dan beribadah di masjid tersebut. Serta menikmati pemandangan indah Sungai Mempawah. Keraton Amantubillah didirikan oleh Raja Adidaya pada tahun 1961 dan beliau rnerupakan raja pertama dari Kerajaan Mempawah. Salah satu peninggalannya adalah Keraton Amantubillah yang terletak di kelurahan pedalaman, Kecamatan Mempawah Hilir. Keraton ini dibangun kembali oleh Panembahan Mohd. Atufik Akamaddin pada 1922 karena bangunan lama habis terbakar. Keunikan dalam keraton ini adalah terdapatnya Sigondah yang memiliki banyak cerita keanehannya.

Masih berkaitan dengan Kerajaan Mempawah, Syayid Al Habib Husein Al Qadry bergelar Tuanku Besar di kerajaan itu. Beliau wafat Rabu, 3 Djulhijjah 1184 Hijriah dan dimakamkan di Desa Sejeki, Kecamatan Mempawah Hilir. Pada masa Kerajaan Mempawah beliau adalah seorang tokoh dalam menyebarkan agama Islam di bumi Galahherang ini. Beliau juga tabib istana yang memiliki kesaktian mandraguna sehingga banyak dibutuhkan masyarakat. Hingga kini makamnya banyak dikunjungi masyarakat terutama pada hari besar Islam dan hari libur.

Source http://bujangmasjid.blogspot.co.id/ http://bujangmasjid.blogspot.co.id/2016/09/masjid-jamiatul-khair-kraton.html
Comments
Loading...