situsbudaya.id

Sejarah Masjid Jami Al-Juman Bogor

0 63

Lokasi Masjid Jami Al-Juman

Masjid Jami Al-Juman terletak di Jalan Padasuka, Gang Atut, Panggilingan, Gudang, Bogor Selatan, Bondongan, Bogor Sel., Kota Bogor, Jawa Barat 16131.

Sejarah Masjid Jami Al-Juman

Kegiatan pengajian di kompleks perumahan Bondongan Selatan dirintis pada tahun 1957 oleh 30 warga muda dengan mengadakan pengajian dari rumah ke rumah warga komplek sambil bersilaturahim. Keinginan memiliki tempat khusus untuk beribadah bermula pada awal tahun 1958. Saat itu masyarakat menginginkan didirikannya masjid atau langgar berukuran 7 x 5 meter di komplek ini. Dinas pada waktu itu menyediakan bantuan advis dan gambar.

Terdesak oleh keperluan yang semakin meningkat, warga muslim komplek dalam rapat di rumah Sdr. Juswa pada tanggal 6 Agustus 1963 membentuk panitia pembangunan masjid jami yang dinamakan “Panitia 9”. Panitia 9 yang pada awalnya bermodal anggaran Rp 53.000, 00 (pada tahun 1963) sumbangan dari lima warga, pada tanggal 16 September 1963mengajukan permohonan izin mendirikan masjid jami berukuran 8 x 6 meter kepada Walikota Kepala Daerah Kota Praja Bogor. Tanah untuk bangunan ini sudah mendapat izin penggunaannya dari Kepala Jawatan Kehutanan Basjarudin. Dana pembangunan masjid ini diperoleh dari swadaya warga komplek.

Sejalan dengan perkembangan jumlah warga komplek dan peragaman jenis kegiatan ibadah, luas bangunan masjid juga dikembangkan. Dalam laporan kepada Dewan Masjid Indonesia Kotamadya Bogor tahun 1987, luas bangunan masjid adalah 200 m2 dengan jumlah jamaah pada salat Jumat sebanyak 450 orang. Selanjutnya pada tahun 1988 dibentuk Panitia Perbaikan Masjid untuk menggarap bagian muka masjid dan selanjutnya juga perbaikan bagian-bagian yang rusak, terutama atap. Panitia ini dipimpin oleh Ketua Dewan Keluarga Masjid (DKM) Al-Juman H. Hidayat Kusumahnagara.

Pada awalnya, pemakaian masjid adalah untuk salat berjamaah dan pengajian pria dewasa. Ibu-ibu komplek kemudian melakukan pengajian-pengajian dan turut serta salat berjamaah pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Adapun kegiatan belajar baca-tulis bagi anak-anak baru dimulai pada tahun 1982.

Menilik besarnya jumlah anak-anak yang memerlukan pendidikan agama Islam, pada tahun 1984 diresmikan pendirian Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) dan Taman Pendidikan Alquran (TPA) Al-Juman, di mana jumlah siswa pada tahun tersebut adalah sebanyak 70 orang. Jumlah ini bertambah tiap-tiap tahun, sehingga sejak tahun 1991 selalu lebih dari 200 siswa. Mulai Tahun Ajaran 1990/1991, kegiatan pendidikan agama Islam ini diperluas bagi anak-anak pra-sekolah dengan didirikannya Taman Kanak-kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA) Al-Juman.
 Jumlah siswa saat itu disesuaikan dengan daya tampung fasilitas ruangan, bukan atas dasar jumlah pendaftaran. Sejak awal pembukaan MDA, TPA, TK, dan RA, para siswa sebagian besar adalah dari luar komplek. Dengan diresmikannya gedung khusus Madrasah Al-Juman pada tahun 1995, maka sebagian besar kegiatan pendidikan anak-anak dilakukan di gedung khusus madrasah yang terletak sekitar 100 meter dari Masjid Jami’ Al-Juman.

Kian hari, Masjid Jami Al-Juman menjadi pusat kegiatan beragam ibadah bagi semua umur. Pemakainya tidak lagi terbatas pada warga komplek, melainkan sudah meluas ke luar komplek. Perluasan pemakaian ini dipicu oleh pembuatan jalan raya melintasi sisi masjid yang menghubungkan Jalan Suryakencana dengan Jalan Pahlawan (Bondongan) dan pelebaran Jalan Pahlawan. Pembuatan jalan tembus dan pelebaran jalan itu ternyata memicu perkembangan lebih lanjut berupa kemudahan akses ke Masjid Al-Juman serta pertumbuhan lalu-lintas angkutan maupun pertambahan lapangan kerja karena meningkatnya usaha pertokoan dan industri di sepanjang Jalan Pahlawan.

Letaknya yang strategis di sisi jalan ramai ditambah dengan tersedianya sisi jalan di dalam komplek yang cukup luas untuk memarkirkan kendaraan, telah menarik jamaah berkendaraan mobil, baik mobil pribadi, mobil dinas, maupun angkutan kota, untuk turut serta menjadi jamaah pada saat salat Jumat. Dengan melimpahnya tambahan jamaah itu, jumlah jamaah salat Jumat jauh melebihi kapasitas sekitar 400 orang.

Source https://id.wikipedia.org/wiki/ https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Jami_Al-Juman
Comments
Loading...