Sejarah Masjid Hastana Karaton Kartasura Jawa Tengah

0 302

Lokasi Masjid Hastana Karaton Kartasura

Masjid Hastana Karaton Kartasura terletak di Krapyak, Kartosuro, Kartasura, Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57169.

Sejarah Masjid Hastana Karaton Kartasura

Keraton Kartasura didirikan oleh Sunan Amangkurat II pada September 1680. Sunan Amangkurat II adalah raja pengganti Sunan Amangkurat I, Raja Mataram di Keraton Plered, Kotagede, Yogyakarta yang melarikan diri dan meninggal di Tegal ketika terjadi serangan Trunajaya dari Sampang – Madura pada tahun 1677. Setelah Sunan Amangkurat II menjabat sebagai raja, beliau tidak mau menempati kraton di Plered karena menurut kepercayaan Jawa, Kerajaan yang sudah diduduki musuh berarti telah ternoda.

Sunan Amangkurat II kemudian memerintahkan kepada Senopati Urawan untuk membuat Keraton baru di kawasan Pajang. Perintah ini dituruti dan akhirnya Senopati Urawan dibantu Nerang Kusuma dan rakyat berhasil mendirikan Keraton di sebelah barat Pajang yakni Wonokerto. Amangkurat II beserta para pengikutnya lalu menempati Keraton Baru itu yang diberi nama Kraton kartasura Hadiningrat.

Buku Babad Tanah jawi menggambarkan komplek keraton ini sangat kokoh. Bentengnya saja dibuat dua lapis, yakni Baluwarti di bagian terluar dan Sri Manganti pada bagian dalam.Di sekeliling Benteng Baluwarti terdapat parit lebar berair dan tanaman semak berduri sebagai alat pertahanan.

Sunan Amangkurat II juga yang mengganti namanya dari Wonokerto menjadi Kartasura. Sekaligus memindahkan ibu kota Negara Mataram ke tempat ini. Lebih kurang 23 tahun lamanya Sunan Amangkurat II bertakhta di keraton ini. Se-peninggalnya, pemerintahan diteruskan putranya, Pangeran Adipati Anom (Amangkurat III).

Pada tahun 1741 terjadilah pemberontakan Cina yang berakibat fatal bagi Kartasura. Pemberontakan kali ini dipimpin oleh RM.Garendhi yang bergelar Sunan Kuning (Sunan Amangkurat III) sewaktu menjadi raja. Amangkurat III bernasib justru lebih tragis. Beliau hanya memerintah kurang lebih selama 2 tahun (1703–1705) karena terusir oleh pangeran Puger (adiknya sendiri) yang kemudian menjadi raja dan bergelar Sinuhun Pakubuwana I. Amangkurat III sampai kemudian ditangkap belanda dan dibuang ke Sri Lanka sampai wafat disana.

Selanjutnya pada masa pemerintahan Sinuhun Pakubuwana II (1726–1749), Keraton Kartasura dipindahkan ke Solo tepatnya pada tanggal 17 Februari 1745 Kraton baru di Solo itu diberi nama Keraton Surakarta Hadiningrat. Keraton Kartasura tak lagi ditempati dan kawasan istana tersebut dijadikan sebagai komplek pemakaman keluarga kerajaan. masyarakat umum menyebut kawasan bekas istana tersebut sebagai kawasan petilasan. Para peziarah silih berganti datang ke tempat ini untuk berziarah.

Pada jaman Keraton Kasunanan Surakarta dipimpin oleh raja Paku Buwono Sepuluh, dibagun sebuah masjid di petilasan Keraton Kartasura tersebut. Masjid yang diberi nama Hastana ini dibangun untuk keperluan beribadah warga Kartasura dan juga kerabat istana yang masih sering mengunjungi petilasan tersebut. Masjid yang dibangun pada tahun 1826 ini sampai sekarang masih dipergunakan oleh umat muslim di sekitarnya dan dipercaya dapat memberikan kesejukan dan ketenangan jiwa setelah shalat di sini.

Source http://bujangmasjid.blogspot.co.id/ http://bujangmasjid.blogspot.co.id/2012/09/masjid-hastana-karaton-kartasura.html
Comments
Loading...