Sejarah Masjid Besar Darul Hikmah Kampung Banjar Ketapang

0 83

Sejarah Masjid Besar Darul Hikmah Kampung Banjar Ketapang

Secara kronologis pendirian Masjid Darul Hikmah didahului dengan pendirian Surau Al-Hikmah pada sekitar tahun 1960 an. Atas dasar ketaqwaan dan kekeluargaan serta gotong royong saat itu dirasakan pentingnya membangun rumah ibadah yang dapat dipergunakan bersama-sama warga Banjar dan berdirilah surau pertama di kampung Banjar tersebut.

Tanah untuk Pembangunan Surau Al-Hikmah merupakan Tanah hak milik H. Muhammad Nur, yang kemudian diwariskan kepada 4 orang anaknya yaitu Chairul Bariah, Kusasi, Basuni, dan Sajaratul Bidayah, kempat anaknya inilah yang menghibahkan tanah tersebut kepada pengurus Surau Al-Hikmah. Sekarang tanah tersebut sudah bersertifikat oleh Dinas Agraria Ketapang dengan No. 15/BA.02/1991 Tanggal 5 Agustus 1991, dengan luas 1.169 m2 atas nama Masjid Darul Hikmah.

Diberi nama Surau Al Hikmah yang berarti bijaksana oleh Bapak Ibrahim Badjuri, salah seorang pemuka agama Islam di Kampung Banjar dan merupakan salah seorang Imam di Surau Al Hikmah tersebut. Pada saat itu nama bapak H. Sarudji Atim direktur utama CV. Al Hikmah Ketapang juga tercatatkan karena beliau banyak berjuang dan membantu dalam pembangunan surau itu.

Sebagaimana digambarkan oleh orang tua Kampung Banjar, Surau Al Hikmah memiliki arsitektur yang sederhana, dengan dinding terbuat dari semen, tiang, atap dari seng berlantaikan papan belian ukuran Surau Al-Hikmah ± 8 x 8 meter persegi.

Source http://hairudin9.blogspot.com/ http://hairudin9.blogspot.com/
Comments
Loading...