Sejarah Masjid Al-Mustofa

0 16

Masjid Al-Mustofa

Salah satu di antaranya ialah bangunan masjid tertua di Kota Bogor yang berusia ratusan tahun. Masjid tersebut konon dibangun sekitar abad ke-13, yakni tahun 1307 oleh pendirinya yakni Tubagus Mustofa Bakri. Masjid tersebut berdiri di pemukiman padat penduduk di daerah Bantarjati, yang dahulunya dikenal dengan nama Kampung Baru.

Kampung itu konon adalah cikal bakal berdirinya Kota Bogor. Berada di gang kecil, Gg. Masjid Al-Mustofa, tepatnya di Jl. Ciremai Ujung Bantarjati Kaum RT 2 RW 10 Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Terdapat tiga tokoh agama yang pernah tinggal di kawasan Bantarjati Kaum. Dipimpin oleh Tubagus H. Mustofa Bakri, sekaligus pendiri Masjid Al-Mustofa pada abad ke-17.

Saat itu, Tubagus H. Mustofa dibantu oleh tiga sahabatnya, yakni Raden Dita Manggala yang juga merupakan besannya, Chaidir, serta Khair yang juga ikut dalam menyebarkan agama Islam.

Awal mulanya mereka datang ke tempat ini berempat. Mereka sebenarnya berbeda-beda asalnya, ada yang dari Banten ada juga yang dari Cirebon. Mereka singgah di Kampung Bantarjati Kaum yang dulunya bernama Kampung Baru. Saat menyebarkan agama Islam di kawasan tersebut, Tubagus Al-Mustofa bersama tiga orang sahabatnya memiliki banyak murid.

Setelah mereka wafat, para santri atau murid dari Tubagus Mustofa pun ikut dimakamkan di komplek makam sesepuh kampung bersama Raden Dita Manggala dan dua makam keturunan keluarga K.H.Tubagus Mustofa Bakri yang lokasinya tak jauh dari Masjid Al-Mustofa.

Nama Masjid Al-Mustofa diambil dari nama pendirinya. Pendiri makam dan para santri beliau pun dimakamkan di sini, tapi Tubagus Al-Mustofa dimakamkan di Mekkah karena ketika wafat beliau sedang belajar di mekkah. Bangunan masjid tersebut saat ini sudah beberapa kali mengalami renovasi oleh pihak pengurus, namun sama sekali tidak menghilangkan unsur-unsur sejarah yang tersimpan.

Masjid Al-Mustofa yang sudah dijadikan cagar budaya oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga menyimpan sejarah lainnya, yakni berupa peninggalan Al-Quran dan teks khotbah shalat Jumat. Berdasarkan informasi yang diperoleh, Al-Quran tersebut ditulis tangan oleh putera pertama dari Tubagus Mustofa Bakri. Selain Al-Quran, di komplek ini juga terdapat mata air yang tidak pernah kering dari zaman dahulu yang selalu digunakan oleh warga untuk berwudhu, mensucikan diri sebelum masuk masjid.

Source http://www.heibogor.com http://www.heibogor.com/post/detail/42340/menilik-masjid-pertama-dan-tertua-di-kota-bogor/#.W-UH2dUzZpg
Comments
Loading...