Sejarah Masjid Al Hidayah Gedangan

0 197

Masjid Al Hidayah Gedangan

Tak banyak yang mengetahui, bahwa Masjid Al Hidayah yang terletak di Jalan Ahmad Yani Kecamatan Gedangan ini merupakan salah satu masjid tertua di Sidoarjo. Pasalnya kini, arsitektur bangunan masjid tersebut sudah tergolong modern.

Awalnya masjid yang berdiri di atas lahan seluas 1.000 meter persegi ini berbentuk bangunan joglo. Namun karena rapuh dimakan usia, akhirnya masjid ini direnovasi total.

Satu-satunya yang masih menjadi bukti sejarah adalah menara masjid ini. “Di tembok menara tersebut masih banyak bekas peluru. Dulunya masjid ini pernah akan dihancurkan oleh Belanda. Akan tetapi tiba-tiba meriamnya mati.

Pria yang akrab disapa Abah Dayat ini mengatakan, masjid ini didirikan oleh Kiai Kanjeng Jimat dan Kiai Hasan Mukmin sekitar tahun 1907. Tak heran jika nama jalan di samping kanan kiri masjid tersebut mencantumkan kedua nama itu.

Selain itu, tanda jika masjid itu sudah berusia tua, salah satunya adanya sejumlah makam tua, yang ada di kompleks masjid. Makam itu, diantaranya makam pejabat jaman dahulu, yakni makam Bupati Residen Surabaya, R Djoko Soekarno Prawiro Amiprojo, makam Wedono Gedangan, R Prawiro Adimedjo.

Semula bangunan masjid ini khas seperti bangunan kuno pada masanya, yakni berbentuk joglo. Namun renovasi mulai dilakukan sekitar tahun 1980 dan 1981, dengan hanya melakukan perluasan akibat semakin meningkatnya jamaah yang hadir.

Sedangkan pada tahun 1998 hingga 2000, perubahan pada kubah masjid yang bangunanya sudah rapuh. Perubahan secara total dilakukan pada tahun tahun 2009 hingga tahun 2010 karena bangunan yang sudah tua dan rentan ambruk.

Masih kata Abah Dayat, tradisi khas pesantren masih terlihat jelas di masjid ini. Setiap satu bulan sekali, yakni Sabtu Pon dilakukan khataman. Selain itu setiap Sabtu dan Minggu juga digelar pengajian kitab kuning. “Ini merupakan tradisi turun temurun,” katanya.

Dari data yang diperoleh, diketahui Kyai Hasan Mukmin yang merupakan putra seorang ulama di Yogyakarta, menjadi guru tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah di Gedangan dan sekitarnya. KH Mukmin sendiri, juga merupakan pimpinan pertempuran melawan pasukan pemerintah Hindia Belanda.

Source https://www.adakitanews.com https://www.adakitanews.com/masjid-al-hidayah-gedangan-masih-menyisakan-bekas-peluru-belanda/
Comments
Loading...