Sejarah Masjid Agung Majalaya

0 509

Lokasi Masjid Agung Majalaya

Masjid Agung Majalaya terletak di Jl. Alun-alun Utara, Majalaya, Bandung, Jawa Barat 40392.

Sejarah Masjid Agung Majalaya

Masjid Agung Majalaya pada mulanya merupakan sebuah suaru kecil dari bambu beralaskan tembok berdiri diatas tanah wakaf Rd H. Tubagus Zainudin. Di tahun 1939 bangunan tersebut dibongkar dan dibangun ulang dengan ukuran yang lebih besar atas usulan dari Kades Majalaya H.Abdul Gafur dan didukung oleh Rd. Hernawan Soemarjo sebagai asisten wedana (camat) pada waktu itu. Rd.H. Kosasih (Desa Cibodas) kemudian terpilih sebagai ketua panitia pembangunan dibantu oleh Rd. Dendadibrata (Desa Panyadap) sebagai sekretaris dan Ijradinata (Desa Majalaya) sebagai bendahara.

Pembangunan dimulai tahun 1940 dengan dana awal 15.000 Gulden diperoleh dari anggota panitia yang sebagian merupakan para pengusaha. Proses pembangunannya melibatkan arsitek Ir. Suhamir, lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB). Biaya pembangunan masjid juga diperoleh dengan menggalang sedekah amal jariyah dari masyarakat di Kecamatan Majalaya. Masyarakat juga menyetor bahan bangunan seperti batu dan pasir. Bahkan Rd. Hernawan Soemarjo berinisiatif beserta aparat desa berkeliling naik sepeda ontel hias mengajak masyarakat menyumbang masjid.

Tahun 1942 bangunan Masjid berserta tempat berwudlu selesai dan mulai dipakai masyarakat. Namun pada tahun yang sama setelah pecah Perang Dunia ke-2, pembangunan Masjid terhenti sementara karena sebagian masyarakat Majalaya mengungsi. Bahkan beberapa bagian Masjid rusak akibat terkena tembakan peluru pesawat Belanda.

Tahun 1944, masjid sempat menjadi markas dan basis pertahanan Tentara Rakyat Indonesia (TRI) di Majalaya. Baru setelah Kemerdekaan pembangunan dan pengumpulan dana Masjid dimulai kembali. Selain itu dibangun balai nikah di sebelah utara Masjid. Tahun 1950-an jendela-jendela Masjid yang tadinya hanya berupa lubang dipasang kaca dan jendela yang terbuat dari kayu jati. Tahun 1982 tempat wudlu dipindahkan ke sebelah barat Masjid. Enam tahun berikutnya, karena jemaah semakin banyak kolam yang mengelilingi Masjid diubah menjadi Serambi (bale). Tempat wudlu diperbaiki dan jumlah toilet diperbanyak.

Source https://singgahkemasjid.blogspot.co.id/ https://singgahkemasjid.blogspot.co.id/2017/02/masjid-agung-majalaya-kabupaten-bandung.html
Comments
Loading...