Sejarah Masjid Agung Jepara

0 285
Masjid Agung Jepara di bangun pada masa Pangeran Arya Jepara, Pangeran Arya Jepara adalah anak angkat dari Ratu Kalinyamat. Masjid Agung Jepara di bangun ketika perpindahan pusat pemerintahan Kerajaan Kalinyamat dari Kota Kalinyamat ke Jepara. Dulu Masjid ini semuanya berbahan dasar kayu jati, namun setelah di rehab dan diperbesar bangunan ini konstruksinya berubah menjadi beton dan berdinding tembok seperti masjid modern saat ini.Masjid ini terletak di Jepara, Jawa Tengah.
Saat memasuki area masjid, pengunjung akan disambut sebuah gerbang tembok besar sebagai identitas awal masjid. Dari situ keseluruhan bangunan pun terlihat. Gaya arsitektur rumah ibadah ini mencirikan gaya khas masjid Nusantara dengan atap berbentuk limas susun tiga. Bentuk atap ini adalah hasil renovasi tahun 1686. Sebelum renovasi, atap tersebut bersusun lima. Badan bangunan tampak menyerupai bagian muka rumah Belanda klasik, berbentuk empat persegi panjang di bagian tengah dan sayap di kedua sisinya.
Namun demikian beberapa bagian bangunan masih menyisakan kekunoannya dengan menggunakan kayu sebagai bahan bangunannya. Sebagai contoh ruang masjid bagian depan plafonnya terbuat dari kayu jati lembaran yang dipolitur berkilat. Begitu pula tiang atau soko gurunya, meski terbuat dari dari beton namun bagian luar dililit oleh kayu dan diukir . Sehingga jika kita salat di dalam masjid ini nuansa kekunoannya akan terasa sekali.
Bagian lain yang bernuansakan ukiran kayu adalah plafon serambi luar yang jika kita lihat dari bawah akan terlihat bentuk ukiran yang indah, kayu-kayu besar berukir bisa kita lihat dari bawah dengan jelas. Ukirannyapun beragam ada yang bernuansakan bunga-bunga seperti ukiran asli Jepara, namun ada pula yang berbentuk khot atau tulisan arab yang dapat kita lihat dibagian pintu dan jendela.
Memasuki ruang utama, mata pengunjung akan dimanjakan oleh berbagai ukiran kayu jati yang sangat detail. Tiang penyangga bergaris tengah besar dari beton berlapis kayu jati dihiasi dengan detail ukiran di bagian bawah. Plafon masjid yang keseluruhannya terbuat dari kayu diperindah elemen ukiran di bagian tengah. Mihrab masjid menjadi mahakarya ukir dengan menampilkan kaligrafi surat Al-lkhlas, Al-Falaq, An- Naas, Al-Kafiruun, dan ayat Kursi.
 
Bagi siapapun yang belum pernah shalat atau mengunjungi masjid ini dan kebetulan singgah ke kota Jepara anda bisa datang ke masjid ini melihat keindahan ukirannya . Selain itu ada fasilitas Hot Spot di seputaran Masjid Agung Jepara ini , sehingga jika anda membawa Laptop atau HP anda bisa berinternet ria di taman sebelah utara Masjid Agung. Selain melihat keindahan Masjid dan shalat bersama , juga bisa beristirahat santai di Taman sebelah masjid Agung yang setiap sorenya tiada sepi dari pengunjung.
Selain sebagai tempat ibadah dan pusat syiar Islam, Masjid Agung Jepara juga menjadi destinasi bagi pengunjung domestik dan internasional yang tertarik menikmati dan meneliti keunikan interiornya. Secara tidak langsung, masjid ini telah menjadi ikon Kabupaten Jepara itu sendiri.
Source Sejarah Masjid Agung Jepara Sejarah Masjid Agung Jepara
Comments
Loading...