Sejarah Masjid Agung Al Jami Pekalongan

0 445

Lokasi Masjid Agung Al Jami

Masjid Agung Al Jami terletak di  Jl. KH. Wahid Hasyim, Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah.

Sejarah Masjid Agung Al Jami

Nama masjid ini sebelumnya adalah Masjid Besar Pekalongan, yang berubah menjadi Masjid Agung Al Jami Pekalongan pada tahun 1968 atas saran Habib Ali bin Ahmad Al Atas.

Halaman Masjid Agung Al Jami Pekalongan dengan serambi masjid berada di sebelah kiri, dan menara masjid di pojok sana. Masjid ini dibangun oleh Raden Arjo Wirijo Tumenggung Adinegoro, bupati Pekalongan ketiga, pada 1852 M. Saat itu masjid berukuran 35×35 meter dengan sembilan pintu besar, duabelas jendela, ruang imam dan kubah untuk khatib.

Menara Masjid Agung Al Jami Pekalongan setinggi 27 meter itu selesai dibangun pada bulan Januari 1933 M, yang dibiayai seluruhnya oleh Sayyid Husein bin Ahmad bin Syahab. Ada 99 anak tangga berputar yang harus didaki untuk menuju ke puncak menara. Ketika menara dibangun memang lift belum lagi populer, tidak seperti ketika Masjid Agung Jawa Tengah dibuat.

Ruang utama Masjid Agung Al Jami Pekalongan dengan pilar-pilar kayu dan ornamen yang masih asli, diperkuat 22 pilar beton penyangga. Lengkung di tengah adalah tempat imam, di sebelah kanan tempat khatib, dan lengkung kubah di kiri dibangun pada 3 Juni 1907 oleh Bupati Adipati Aryonotodirjo untuk tempat bupati saat shalat Jum’at dan shalat Hari Raya.

Bangunan Masjid Agung Al Jami

Masjid Agung Al Jami Pekalongan (tampak dari depan)

Gapura pada bagian tengah serambi Masjid Agung Al Jami Pekalongan berbentuk segi empat dengan menara dan kubah kecil di setiap pojoknya serta lubang masuk lengkung. Agak jauh di atas belakang terlihat puncak atap bangunan utama masjid yang berbentuk limasan tumpang. Arsitektur masjid ini menggabungkan gaya tradisional Jawa dengan gaya Timur Tengah.

Langit ruangan yang tinggi, dibantu dengan putaran kipas angin dalam jumlah banyak, membuat hawa di ruangan ini terasa cukup sejuk. Lantai keramik masjid yang biasanya sangat dingin telah tertutupi sebahagiannya dengan karpet sajadah warna dominan hijau dan ornamen putih.

Meskipun sudah jauh dari pusat pemerintahan, namun sekitar Masjid Agung Al Jami Pekalongan dan alun-alun tetap menjadi pusat keramaian dan tempat favorit pejalan. Itu karena di sisi utara alun-alun terdapat warung makan Garang Asem H. Masduki yang terkenal serta kuliner lainnya, sejumlah bank, serta di sisi Timur terdapat Plaza Pekalongan, lapangan tenis dan basket.

Source Masjid Agung Al Jami Pekalongan
Comments
Loading...