Sejarah Makam Raja Sidabutar

0 89

Sejarah Makam Raja Sidabutar

Dalam kepercayaan masyarakat Batak, kesaktian Raja Sidabutar terdapat pada rambut gimbalnya. Rambut tidak boleh dipotong, kalau rambut itu lepas, bukan dibuang tapi diikat di ujung tombak, namanya Tunggal Pangaluan dan disimpan dalam Museum Rumah Batak.

Diatas makam, kalian akan melihat sebuah selendang dengan warna putih, merah dan hitam. Ketiga warna menjadi simbol spiritual.

Ada 3 Raja yang dimakamkan di komplek ini: Raja pertama dan kedua masih belum memiliki atau memeluk agama (menganut kepercayaan animisme/parmalin). Dalam adat Batak Toba, animisme adalah mempercayai kekuatan magic itu kayu dan batu. Jadi kayu di berdayakan menjadi rumah (rumah adat Batak) dan meninggal si pemilik rumah di kubur di makam batu.

Karakter Raja Batak, sebelum meninggal dia telah membuat kuburan dan tidak pernah jauh dari rumah hidup dan rumah matinya, di halaman rumah paling jauh di ladang.

Pertama kali makam ini dibuka, makam sempat tertimbun tanah dengan upacara adat selama dua minggu di pestakan dengan potong kuda, kerbau. Hal ini karena raja pertama dan kedua animisme tidak memelihara babi dan makan babi.

Raja ketiga bernama Solompoan Sidabutar dan sudah beragama Kristen setelah kedatangan seorang misionaris dari Eropa yang bernama Nomensen sekitar tahun 1862.

Bila diperhatikan salah satu bangunan makam, kalian akan melihat ornamen dua ekor cicak menghadap ke empat buah payudara.

  • Ornamen cicak adalah bahwa orang Batak harus bisa hidup seperti cicak, mudah beradaptasi dan dapat menempel dimana-mana.
  • Sementara ornamen empat payudara merupakan simbol orang batak harus memiliki banyak anak dan mempunyai istri yang Tomok (subur).
Source https://tourtoba.com https://tourtoba.com/sejarah-makam-raja-sidabutar/
Comments
Loading...