Sejarah Makam Eyang Anom Puro Tuban

0 88

Makam Eyang Anom Puro

Makam Eyang Anom Puro berada di sebelah barat Masjid Jami’ Al Falah Ngunut. Masjid tersebut berdekatan dengan jalur Stasiun Kereta Ngunut, letak lokasinya strategis begitu pula dengan bangunan masjidnya juga memiliki bentuk kemegahan. Sehingga tidak nampak bahwasanya masjid tersebut memiliki ciri khas klasik.

Makam tersebut pada awalnya menurut keluarga juru bersih, dulunya makam Eyang Anom Puro bentuk batu nisan dan kijingan berwujud batu besar, tidak seperti sekarang sudah di renovasi wujud berbentuk batu marmer. Makam Eyang Anom Puro sendiri berdampingan dengan istrinya, namun kurang jelas siapa nama istrinya, karena keterbatasan sumber informan.

Eyang Anom Puro menurut tradisi pitutur juru bersih makam, bahwasanya Beliau adalah yang membabad daerah Dusun Kauman. Dulu Eyang Anom Puro memiliki sebutan Eyang Ajeng, baru akhir-akhir ini sebutan Eyang Anom Puro dikenal. Kaitan Islam dan Eyang Anom Puro memang belum banyak data tereksplore, melainkan hanya sumber informan dari anak keturunan maupun abdi dalem keluarga Eyang Anom Puro.

Ketika mengunjungi makam Eyang Anom Puro sama sekali tidak ada petunjuk angka tahun maupun jirat seni lainnya di nisan. Disebabkan batu nisannya juga bersih tanpa ada data tulis, karena polos warna putih, sehingga dengan realita yang ada keberadaan makam Eyang Anom Puro tidak ada bukti yang menunjukkan autentik sumber informasi.

Tidak berhenti pada lokasi makam saja, pikiran ini menganalogikan tertuju pada bangunan masjid. Ada beberapa angka Islam dan masehi yang diketemukan, menunjukkan angka tahun peradaban lama. Beberapa angka tahun sebagai inskripsi bisa menjadi rujukan penelusuran, berdasarkan angka tersebut.

Melihat inskripsi yang ada, merujuk pada angka tahun 1872, tentunya hal tersebut juga harus di analisis lebih lanjut lagi. Namun setidaknya sudah memberikan gambaran bahwasanya keberadaan Islam di Ngunut merujuk angka tahun 1872.

Dengan adanya makam Islam yang ada yaitu Eyang Anom Puro, dimungkinkan yang membangun awal keberadaan masjid. Menurut keyakinan juru bersih makam eyang, bahwasanya semasa kehidupan masa kecil tukang juru bersih, dulunya bangunan masjid tidak sebagus sekarang ini, melainkan dulu bangunannya gedhek.

Selain itu, bangunan masjid masih berupa lantai biasa (Bahasa Jawa; Mester), kalau sekarang sudah berupa marmer. Masih merujuk pada informan juru bersih masjid, bahwasanya dulu sekitar masjid banyak ditumbuhi pohon pisang, kalau sekarang sudah tidak ada.

Untuk itu gambaran sekilas mengenai peradaban masa lalu di Dusun Kauman patut untuk ditelurusi dan di dokumentasikan. Mengingat keberadaan sejarah Islam merupakan perwujudan dari dakwah nilai-nilai religi kemanusian untuk beribadah. Kini masjid dan makam Eyang Anom Puro menjadi saksi bisu perkembangan peradaban dakwah Islam di Dusun Kauman, Ngunut.

Mengenai Islam di Ngunut akan terus berlanjut dari berbagai tema kajian, tulisan ini sebagai pancingan awal keberadaan peradaban Islam di Ngunut dan sekitarnya.

Source https://muqoddimahngrowo.wordpress.com https://muqoddimahngrowo.wordpress.com/2018/05/29/masjid-dan-makam-eyang-anom-puro-jejak-jejak-islam-di-ngunut/
Comments
Loading...