Sejarah Lapangan Tambaksari Surabaya

0 41

Lapangan Tambaksari

Lapangan Tambaksari, sekarang Gelora 10 November terletak di jalan raya tambaksari: dulu lapangan tambaksari tempat diselenggarakannya rapat samudra(raksasa), pada tanggal 21 September 1945. Dua hari setelah rapat serupa gagal diselenggarakan di Jakarta akibat tekanan Inggris terhadap Jepang. Pemerintahan Jepang di indonesia melarang rapat-rapat oleh bangsa Indonesia. Rapat raksasa di Tambaksari menyadarkan pemuda Indonesia akan arti kemerdekaan, persatuan dan juga perlunya memiliki senjata untuk mempertahankan kemerdekaan negara. Pekik Merdeka menggelegar di tengah berkibarnya Merah Putih di seluruh lapangan. Mulai dari rapat ini maka perebutan senjata dari tangan Jepang dilaksanakan.

Semakin menjamurnya klub klub sepakbola di eropa pada akhir abad ke 18 juga berpengaruh terhadap negara koloninya. Salah satunya adalah Indonesia (Hindia Belanda) yang menjadi jajahan belanda.

Pemerintah Hindia-Belanda yang melihat potensi yang dimiliki kota Surabaya di bidang olah raga, sepak bola, akhirnya membangun komplek Lapangan Tambaksari. Pada waktu itu komplek Lapangan Tambaksari terdiri dari 3 Bagian, Lapangan A sekarang Stadion Gelora 10 November, Lapangan B sekarang menjadi lapangan Persebaya, dan Lapangan C sekarang menjadi TRS (Taman Rekreasi Surabaya) atau lebih dikenal dengan THR. (sumber; Bajul Ijo Net)

Stadion Gelora 10 Nopember dibangun sebagai sarana Gelanggang Olah raga yang Modern (saat itu) digunakan pertama kali saat PON VII Tahun 1969. Selama ini dipergunakan sebagai kegiatan olah raga dan lain-lain yang bersifat Nasional maupun Internasional.

Source https://pesonacagarbudayasurabaya.wordpress.com https://pesonacagarbudayasurabaya.wordpress.com/2013/08/10/lapangan-tambaksari/
Comments
Loading...