Langgar Merdeka Laweyan

0 214

Langgar Merdeka

Langgar dalam bahasa Jawa menunjuk kepada masjid kecil tempat mengaji atau biasa disebut juga dengan surau. Dalam istilah yang diambil dari bahasa Arab, dikenal dengan mushola. Masjid kecil yang berada di Jalan Radjiman No. 565 Laweyan, Surakarta ini sudah dikenal luas sebagai Langgar Merdeka. Langgar Merdeka merupakan salah satu tempat ibadah umat Islam yang berada di kawasan Kampoeng Batik Laweyan, dan sekaligus sebagai penunjuk arah bagi semua orang yang akan menuju ke Kampoeng Batik Laweyan.

Bangunan Langgar Merdeka

Bangunan Langgar Merdeka dibangun 2 ( dua ) lantai dengan maksud lantai atas difungsikan sebagai tempat ibadah / sholat sedangkan lantai bawah difungsikan untuk penunggu / pengelola Langgar Merdeka dengan dibuat model toko-toko agar dapat dipergunakan oleh pengelola untuk usaha yang hasilnya untuk menghidupi kebutuhan langgar dan dan kehidupan pengelolanya. Terlihat pada dinding luar atas tulisan tanggal pendirian bangunan aslinya, yaitu pada 7 Juli 1877.

Sejarah Langgar Merdeka

Bangunan Langgar Merdeka merupakan wakaf (secara lisan) dari almarhum Bapak H. Imam Mashadi dan almarhumah Ibu Hj. Aminah Imam Mashadi. Pembangunan Langgar  Merdeka dimulai pada tahun 1942 dan selesai pada tanggal 26 Februari 1946 yang kemudian diresmikan oleh Menteri Sosial pertama yaitu almarhum Bapak Mulyadi Joyo Martono.

Langgar Merdeka berdiri setelah berdirinya Masjid Al Makmur di Kampung Setono, Kelurahan Laweyan pada tahun 1944. Bangunan Langgar Merdeka sebelumnya adalah bangunan rumah milik orang Cina yang dipakai untuk berjualan candu (ganja) yang kemudian dibeli oleh almarhun Bapak H. Imam Mashadi.

Nama Langgar Merdeka diambil dalam rangka memperingati kemerdekaan RI, namun pada saat Agresi Militer Belanda ke II tahun 1949 diganti namanya dengan Langgar Al Ikhlas karena dilarang menggunakan kata “ Merdeka ” oleh pemerintah Belanda yang menduduki Surakarta. Setelah Agresi Militer Belanda ke II berakhir, kembali memakai nama Langgar Merdeka di tahun 1950. Pada saat Agresi Militer Belanda ke II, Langgar Merdeka juga pernah dijatuhi 2 ( dua ) buah bom oleh militer Belanda, namun atas berkat pertolongan Allah SWT bom tidak mengenai Langgar Merdeka dan juga tidak meledak.

Source Langgar Merdeka Surakarta
Comments
Loading...