Sejarah Lahirnya Desa Boafeo (Kabupaten Ende)

0 191

Sejarah Lahirnya Desa Boafeo (Kabupaten Ende)

Desa Boafeo awalnya dikenal dengan nama Bhoafeo. Sebelum masuknya penjajah Belanda ke Boafeo, di wilayah ini belum ada sistim pemerintahan. Pada saat itu, kekuasaan tertinggi berada pada Mosalaki atau tua adat dengan kuasa secara turun temurun berdasarkan garis keturunan orang tua laki-laki (patrilineal).

Tonggak awal berdirinya desa Boafeo adalah pada saat masuknya penjajahan Belanda di Boafeo dan sekitarnya. Masuknya Belanda menimbulkan perlawanan oleh beberapa tokoh pemberontak di Boafeo. Satu tokoh pemberontak yang terkenal adalah Sato Joto. Namun pemberontakan oleh Sato Joto ini berhasil dipadamkan, dan sejak itu tidak ada lagi pemberontakan di wilayah ini. Sekitar tahun 1918 Belanda membentuk pemerintahan di wilayah Boafeo dan sekitarnya dengan sebutan distrik, yang berpusat di Boafeo dengan wilayah yang meliputi Boafeo dan sekitarnya, sampai Waka, atau dengan sebutan “Uzhu Wolomari dan Eko Waka”. Belanda mengangkat Dhae Rea sebagai pemimpin distrik yang pertama, yang selanjutnya diganti dengan orang-orang berikutnya. Di tahun 1922, didirikan sekolah dasar di Boafeo.

Selanjutnya, masa pemerintahan distrik berakhir dengan masuknya penjajah Jepang ke Boafeo pada sekitar tahun 1942. Sistim pemerintahan Belanda (distrik) diganti dengan sistim pemerintahan Jepang yang disebut Gunco. Sistim Gunco berlangsung dari tahun 1942 hingga 1948, atau berakhir pada saat masuknya tentara sekutu (NICA) yang memboncengi Belanda. Kembali sistem pemerintahan di wilayah ini diganti dari Gunco menjadi Hamente. Pada saat itu, Hamente Boafeo bergabung dengan hamente Mautenda dengan ibu negeri (ibu kota) di Detu Kajawa. Penyebutan sistim Hamente ini berlangsung antara tahun 1948 hingga 1953.

Selanjutnya, di era Orde Baru, ketika terjadi perubahan sistim pemerintahan dari Swapraja menjadi Kecamatan, maka wilayah Boafeo masuk dalam wilayah Kecamatan Detusoko. Selanjutnya istilah Hamente diganti dengan Koordinator. Dengan perubahan ini, hamente Boafeo terpisah dari Mautenda dengan nama baru yaitu Koordinator Wilayah Utara, yang meliputi Boafeo, Ratesuba, Mukusaki, Nabe, sampai Waka. Pada tahun 1963, wilayah Koordinator Boafeo mekar menjadi dua wilayah, yaitu Koordinator Boafeo Selatan dengan pusat administrasi di Boafeo yang meliputi wilayah Boafeo, Nabe, dan Waka, dan Koordinator wilayah utara, dengan pusat administrasi di Ratesuba.

Di tahun 1967, desa Boafeo dimekarkan menjadi dua desa, yaitu desa Boafeo dan desa Nabe. Wilayah desa Boafeo meliputi Boafeo, Wolomari, dan Oto Au. Di tahun 1998, desa Boafeo kembali melakukan pemekaran yaitu desa Boafeo dan desa Mbotulaka.

Dalam perjalanan selanjutnya, desa Boafeo yang termasuk dalam wilayah kecamatan Detusoko, pada tahun 2000 masuk menjadi wilayah kecamatan Wewaria, dan pada tahun 2001 masuk menjadi wilayah kecamatan Maukaro.

Source https://tigadanauwarna.blogspot.com https://tigadanauwarna.blogspot.com/2015/06/sejarah-lahirnya-desa-boafeo-kabupaten.html
Comments
Loading...