Sejarah Koramil Lama, Dulunya Kawasan Rumah Sakit Terbesar di Kota Pagaralam

0 144

Koramil Lama, Dulunya Kawasan Rumah Sakit Terbesar di Kota Pagaralam

Kota Pagaralam patut berbangga. Di kota ini dulu pernah berdiri sebuah rumah sakit. Juliana Hospital namanya. Rumah sakit ini pernah jadi yang terbesar di masanya.

Pemerhati sejarah dan budaya besemah, Mady Lani menuturkan, Juliana Hospital didirikan setelah Belanda masuk Besemah. “Pada 1920-an, rumah sakit ini sudah mulai beroperasi. Terbesar di masanya,” ucap Mady, ditemui Pagaralam Pos di Sekretariat Forum Pecinta Alam (Forpa) Besemah, Simpang Dusun Pagar Banyu.

Rumah sakit itu lanjut Mady, berdiri di lahan sangat luas. Dari kawasan Koramil Lama-sekarang sampai dengan belakang PU. Di lahan inilah, berdiri bangunan-bangunan yang peruntukannya sudah jelas, layaknya sebuah rumah sakit modern.Mulai dari ruang perawatan, ruang pemeriksaan, kantor, rumah dinas dokter dan perawat ada di sana. Dua kawasan ini dulu dihubungkan dengan sebuah jembatan besi, membentang di atas Sungai Betung. Sehingga, aktivitas atau gerak dari atau menuju Koramil Lama ke belakang PU sangat cepat.

Adapun nama Juliana atau dengan ejaan lama disebut Djuliana kata Mady, diambil dari nama Ratu Belanda. Nama ini diambil kemungkinan untuk menghormati penguasa negeri Belanda saat itu. Pembangun rumah sakit berharap, agar nama Juliana dikenal luas oleh warga di tanah besemah.

Menurut Mady, berdasarkan hasil penelusuran dan observasi sejarah di lapangan, Juliana Hospital dibangun karena dulu penyakit kolera mewabah di Pagaralam dan sekitarnya. Banyak pekerja perkebunan milik Belanda terkena penyakit itu. Demikian pula dengan penduduk lokal.

Padahal diceritakan Mady, saat itu, belum tersedia fasilitas kesehatan yang lengkap. Hanya sekedar balai-balai pengobatan dan itu pun hanya mampu menampung sedikit orang. “Karena itu, Belanda memutuskan untuk membangun rumah sakit,” sambung Mady.

Saat beroperasi menurut Mady, rumah sakit itu mampu menampung pasien yang sangat banyak. Sebagian besar mereka adalah para pekerja perkebunan milik Belanda. Sebagian lagi adalah penduduk lokal yang punya jabatan tinggi, misalnya pesirah. “Tapi penduduk biasa tetap dilayani,” tutur Mady.

Menurut anggota Lembaga Adat Besemah, Satarudin Tjik Olah, Juliana Hospital dibangun atas oleh 9 maskapai atau perusahaan perkebunan belanda yang berada di Tanah Besemah. “Zaman itu di Tanah Besemah ini memang banyak perkebunan-perkebunan milik perusahaan. Ada perkebunan teh, kopi, karet dan kina,” ucap Satar.

Empat dari 9 perusahaan perkebunan itu dipaparkan Satar, adalah maskapai perkebunan gunung Dempo, maskapai Landbouw, Pasemah estate, maskapai perkebun tanjung keling, maskapai perkebunan padang karet dan maskapai tebat gunung estate. Satar menyebutkan, Juliana Hospital merupakan rumah sakit terbesar di wilayah Keresidenan Palembang.

Berubah Fungsi
Namun, Juliana Hospital tidak cukup lama beroperasi. Kalahnya Belanda di perang dunia, membuat rumah sakit ini berubah fungsi. Di jaman Jepang kata Mady Lani, Juliana Hospital diduduki oleh Belanda. Oleh Belanda lanjut Mady, Juliana Hospital dijadikan pusat pendidikan militer. “Juga pernah diserbu tentara kemerdekaan,” bebernya.

Kendati demikian, sisa-sisa bangunan Juliana Hospital masih bisa ditemukan. Lokasinya tersebar di Jalan S Parman, Koramil Lama dan Belakang PU. Di Koramil Lama, kata Mady, masih ada tersisa satu bangunan Juliana Hospital. Bentuknya masih seperti saat pertamakali di bangun. Atapnya masih seng. Dinding dan lantainya masih semen. Adapun di Belakang PU itu disebutkan Mady, ada bekas bangunan untuk perawat yang kini jadi sebuah kantor. “Bekas jembatan besinya pun masih ada di rumah Koramil Lama itu,” tuturnya sembari menunjukkan foto dokumentasi ketika Juliana Hospital pertamakali dibangun.

Jadi Rumah Penduduk
Satu bangunan yang pernah menjadi bagian dari Juliana Hospital, memang masih berdiri kokoh saat ini. Lokasinya persisnya di Jalan S Parman, Koramil Lama, Kelurahan Beringin Jaya, Kecamatan Pagaralam Utara. Kemarin, Pagaralam Pos berkunjung ke rumah ini.

Bangunan tersebut memang masih persis seperti saat dibangun. Tidak banyak perubahan yang berarti. Sejatinya bangunan ini terdiri dari dua unit. Masing-masing unit memiliki panjang sekira 12 meter serta memiliki beberapa kamar. Kedua unit bangunan ini dipisahkan dengan semacam lorong beratapkan seng. “Ya benar. Ini bekas rumah sakit Belanda,” kata Gapurhan, saat menemani Pagaralam Pos masuk ke bangunan itu.

Gapurhan adalah menantu dari pemilik bangunan eks Juliana Hospital tersebut. Menurut dia, sesudah jadi rumah sakit, bangunan itu beberapa kali berubah fungsi. “Pernah jadi kantor Koramil Lama,” tuturnya.

Seiring berjalannya waktu, eks Juliana Hospital berubah menjadi rumah penduduk. Satu unit bangunan kata Gapurhan sudah dijual kepada orang lain. Adapun sisa unit bangunan lainnya disewakan sebagai rumah. “Total ada 3 KK (kepala keluarga) yang tinggal di sini,” ucap Gapurhan. Satu KK menempati bangunan dengan nomor 10. Satu KK lagi menempati bangunan bernomor 11.

Pria yang sehari-harinya menjadi tukang ojek ini menambahkan, secara fisik, bangunan eks Juliana Hospital masih sangat kokoh. Atapnya kata dia, sampai sekarang masih belum bolong. “Kalau dipijak, atapnya tak akan roboh. Pakunya saja makai yang ukuran besar,” ucapnya sembari menunjuk ke arah atap yang warnanya sudah pudar akibat di makan waktu.

Bagian dalam bangunan juga sama. Tak banyak perubahan berarti. Pemilik bangunan ini memang tidak banyak melakukan perombakan. “Memang ditambah sedikit, tapi tidak banyak. Misalnya dulu tidak banyak kamar, sekarang ditambah sekat-sekat,” terang Gapurhan.

Adapun bekas jembatan penghubung antara Koramil Lama dan Belakang PU memang tepat berada di belakang bangunan ini. Hanya saja, jembatan besi itu kini sudah tidak tampak lagi. Yang ada hanyalah gundukan semen. Gundukan semen ini berada persis di bibir Sungai Betung. “Dulu, saya masih ingat sekali waktu kecil, banyak yang mengambil besi jembatan untuk dijual,” kenang Mady.

Source http://www.pagaralampos.com http://www.pagaralampos.com/2017/03/24/koramil-lama-dulunya-kawasan-rumah-sakit-terbesar-di-kota-pagaralam/
Comments
Loading...