Sejarah Klenteng Tek Seng Bio

0 109

Klenteng Tek Seng Bio

Suasana Sakral Klenteng Tek Seng Bio begitu terasa, dengan aroma dupa menyengat di tiap sudut ruangan. Asap putih hasil pembakaran dupapun begitu kental terlihat. Suasana itu justru menambah kekhusyuan bagi pengunjung dalam melaksanakan ibadah, di tempat ini pula masyarakat Tionghoa meminta kepada tuhannya.

Klenteng yang berada di Jalan Fudholi Desa Karangasih Kecamatan Cikarang Utara ini merupakan salah satu bangunan tertua di Cikarang yang dibangun sejak tahun 1825. Klenteng Tek Seng Bio menjadi saksi bisu awal masuknya bangsa Tionghoa ke tanah Cikarang, Kabupaten Bekasi yang diperkirakan sekitar abad ke-16.

Menurut ketua badan pengurus yayasan Cakra Utama Klenteng, Tek Seng Bio Tjetjep Djaja Laksana menjelaskan bahwa klenteng ini memang merupakan salah satu bangunan tertua di Cikarang. Sebelum dibangun di daerah Karangasih yang saat ini, nama Tek Seng Bio sempat dibangun di Kecamatan Karangbahagia.

Namun pada masa itu kondisinya kurang kondusif, maka masyarakat Tionghoa memindahkannya ke Kampung Tepekong atau yang terkenal saat ini yaitu di jalan Fudholi.

“Dulu awalnya di Karangbahagia cuma pada waktu itu kondisinya kurang kondusif terus dibangunlah pada tahun sekitar 1825 di Karangasih, dulu namanya Kampung Tepekong,” ujarnya Kepada Radar Bekasi.

Lebih lanjut ia mengatakan, berdasarkan cerita dari turun temurun sebenarnya bangsa Tionghoa sudah masuk ke tanah Cikarang sejak abad ke-16.

“Kalau dari cerita-cerita leluhur saya dulu orang-orang Cina udah ada di Cikarang dari abad 16, makanya sekarang banyak orang-orang Tionghoa di sekitaran Klenteng ini sampe sekarang dan 85 persen orang Tionghoa, makanya orang-orang dulu sampe sekarang bilangnya kalo kemari Kampung Tepekong meski udah diganti Jalan Fudholi,” ungkapnya

Klenteng yang memiliki luas bangunan 60×50 meter ini sudah banyak mengalami perubahan, namun tidak kehilangan arsitektur aslinya. Bagian bangunan yang masih asli yaitu pada bagian pintu utama masuk ruangan di situ terlihat pintu kusen dengan dua daun pintu khas kayu buatan zaman dahulu kala.

Sementara di bagian lain yaitu dua Tambur dan Peti, Tambur tidak memiliki hiasan atau ukiran namun masih berfungsi sebagai alat tetabuh pada saat acara cap gomeh.

Sekitaran Klenteng merupakan daerah pemukiman penduduk baik keturunan Tionghoa maupun warga asli pribumi tetapi umumnya didominasi oleh warga keturunan Tionghoa. Bangunan-bangunan di tepi jalan raya Pasar lama Cikarang dengan arsitektur Cina yang dulunya sebagai pertokoan juga hingga saat ini juga jejaknya masih terlihat jelas.

Source https://bekasi.pojoksatu.id https://bekasi.pojoksatu.id/baca/jejak-sejarah-klenteng-tek-seng-bio-di-daerah-cikarang-utara-1
Comments
Loading...