Sejarah Klenteng Hwie Ing Kiong Madiun

0 186

Lokasi Klenteng Hwie Ing Kiong

Klenteng ini terletak di Jalan HOS Cokroaminoto No. 63 Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Provinsi Jawa Timur, atau tepat berada di depan SMPN 6 Madiun.

Asal – usul Klenteng Hwie Ing Kiong

Kisah ini bermula, pada tahun 1887 seorang istri Residen Belanda yang ditunjuk sebagai penguasa tertinggi wilayah Madiun saat itu, sedang menderita penyakit yang cukup serius. Semua dokter Belanda yang bertugas di Jawa menyarankan agar istri Residen Belanda dibawa pulang ke Negeri Belanda guna mendapatkan perawatan yang intensif di sana.

Lalu datanglah seorang teman Sang Residen, Kapiten Liem Koen Tie. Kapiten Liem Koen Tie menawarkan untuk mencoba menyembuhkan penyakit istri Residen Belanda dengan ramuan obat tradisional melalui metode Djiam Sie dan Pak Pwee, semacam metode penyembuhan melalui spiritual dengan bantuan sepasang bandul serta bilah bambu. Alhasil, istri Residen Belanda bisa sembuh.

Sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih Sang Residen Belanda, kemudian beliau bersedia memberi kemudahan kepada perhimpunan masyarakat Tionghoa saat itu untuk mendapatkan tanah di tengah kota seluas kurang lebih satu hektar guna pembangunan klenteng yang lebih layak.

Klenteng di bangun pada tahun 1887. Dana yang dipakai untuk membangun klenteng ini berasal dari sumbangan masyarakat Tionghoa yang bermukim di Madiun kala itu. Klenteng ini dikerjakan oleh arsitek yang didatangkan secara khusus dari Tiongkok, dan memakan waktu sekitar 10 tahun untuk menghasilkan bangunan yang megah, anggun, dan indah. Setelah selesai, klenteng ini diberi nama Hwie Ing Kiong yang secara harafiah memiliki makna “Istana Kesejahteraan.”

Pada peresmian Klenteng Hwie Ing Kiong pada tahun 1897, Sang Residen berkenan mendanai pembuatan tiang-tiang penyangga utama klenteng serta menghibahkan pula sejumlah keramik asli dari Negeri Belanda yang ditempatkan di altar Ma Zu Thien Shang Shen Mu, altar Dewa Gay Chiang Shen Ong, dan altar Dewa Guan Ze Zun Wang.

Bangunan Klenteng Hwie Ing Kiong

Seiring perkembangan zaman, klenteng ini terus diperluas dan dimajukan bangunannya hingga berbentuk seperti sekarang ini. Di bagian depan dibangun 4 pilar dengan ukiran naga, dan di belakang didirikan pagoda berlantai empat. Sebelum di bangun pagoda, di belakang klenteng ini menjadi tempat magersari bagi masyarakat Tionghoa di sana, sehingga tampak kumuh.

Di samping kiri dan kanan bangunan utama klenteng ini dibangun gedung untuk kantor dan sebagai balai pertemuan yang cukup luas. Balai pertemuan tersebut memberikan pemasukan bagi yayasan pengelola tempat ibadah ini.

Source Klenteng Hwie Ing Kiong. Madiun
Comments
Loading...