Sejarah Kerajaan Banten

0 144

Sejarah Kerajaan Banten

Pada abad ke 11, ada kerajaan yang disebut Pajajaran dengan ibukota Pakuan. Kerajaan sendiri memiliki 2 pelabuhan utama, yaitu: Banten dan Kelapa. Perlu diketahui, bahwa di Kerajaan Pajajaran memiliki 2 pelabuhan utama, yaitu Pelabuhan Kelapa dan Pelabuhan Banten. Perlu diketahui bahwa kerajaan tersebut terdiri dari beberapa negeri. Salah satunya adalah Banten, dengan ibukota Banten Girang.

Nama Banten sendiri mulai terdengar sekitar abad ke XII-XV, yaitu bahwa Banten merupakan pelabuhan kerajaan Sunda. H. Ten Dam, seorang pakar pertanian yang meneliti social-ekonomi petani Jawa Barat dengan perspektif sejarah mengatakan bahwa di ada Ibukota Kerajaan Pajajaran, yang di zaman modern ini ada di wilayah Bogor, telah memiliki dua jalur utama yang menghubungkan ibukota dengan wilayah pelabuhan. Salah satu jalan itu adalah jalan dari ibukota menuju Jasinga, kemudian membelok ke Rangkasbitung, dan berakhir di ibukota Banten, Banten Girang, sekitar 3km dari pusat Kota Serang atau 13km dari Banten Lama.

Jika merunut lebih jauh ke belakang, nama Banten atau dahulu yang dikenal dengan Bantam adalah kota yang sangat ramai, terbuka, dan makmur. Banten pada abad ke 5 adalah bagian dari Kerajaan Tarumanegara. Setelah kerajaan ini runtuh akibat serangan Sriwijaya, kekuasaan di daerah ini dilanjutkan oleh Tome Pires, penjelajah Portugis tahun 1513.

Pada saat kekuasaan Kerajaan Pajajaran merosot, maka Kerajaan Banten memanfaatkan hal ini untuk melepaskan diri dari kekuasaan kerajaan Pajajaran. Orang-orang Islam di Demak pun melihat hal ini sebagai kesempatan untuk merebut kota-kota pelabuhan di wilayah bagian barat pulau jawa, dan mulai melancarkan serangan mulai sekitar tahun 1520. Mengetahui hal ini, maka Kerajaan Banten meminta kepada pihak Portugis di Melaka untuk membantu dalam menanggulangi serangan dari Demak, dengan ditandai pembangunan benteng di wilayah timur kerajaan, karena serangan berasal dari timur.

Sekitar satu atau dua tahun kemudian, pihak Demak mengirim seorang ulama, Sunan Gunung Jati dan putranya Hasanudin menuju ibukota Kerajaan Banten, yaitu Banten Girang. Ini dilakukan untuk membantu penyerangan dari dalam. Tetapi tujuan sebenarnya adalah menuju Gunung Pulosari. Pada saat itu Gunung Pulosari merupakan gunung yang sangat penting dalam spiritual Kerajaan Banten, dan penting bagi kedua orang tersebut untuk menaklukan gunung itu secara batin, sebelum menaklukkan secara militer.

Selain itu, karena raja Banten yang melakukan kerjasama dengan pihak Portugis telah meninggal, rupanya membuat pihak Portugis tidak cepat bereaksi untuk membangun benteng. Hal ini menjadi kesempatan bagi Demak untuk segera menyerang.

Akhirnya pada saat Portugis dating di pelabuhan sekitar Desember 1526, pelabuhan sudah dikuasai tentara Islam yang akan siap-siap menyerang ibukota Banten Girang. Dan pada tahun 1527, Kesultanan Banten berdiri dengan raja pertama Maulana Hasanudin.

Source http://lab-ane.fisip-untirta.ac.id/ http://lab-ane.fisip-untirta.ac.id/2016/03/banten-dalam-dimensi-waktu-sejarah-singkat-kerajaan-di-banten/
Comments
Loading...