Sejarah Kelurahan Kebonsari

0 110

Kelurahan Kebonsari

Tak semua wilayah Malang mudah dikuasai oleh penjajah pada masa kolonial Belanda. Terbukti bahwa Kelurahan Kebonsari menjadi salah satu wilayah di Malang yang sulit ditaklukkan.

Kebonsari dianggap sebagai daerah yang strategis oleh Belanda. Pasalnya, Kebonsari menjadi daerah yang dilewati untuk menuju ke Malang Selatan. Seperti diketahui, pada masa itu wilayah Malang Selatan terkenal akan kekayaan hasil kebunnya. Hal ini menarik Belanda untuk mengeksploitasi wilayah tersebut. Meski bukan satu-satunya jalan menuju Malang Selatan, namun peran Kebonsari cukup penting.

Dulunya, suasana pedesaan mendominasi keseharian masyarakat Kebonsari. Secara administratif, wilayah ini terdiri dari dua dusun, yaitu Lowokdoro dan Dusun Kacoek. Desa ini dulunya terdiri dari dua RK (Rukun Kampung) yang membawahi RK I sampai dengan RK IV, sementara itu, dua RK lainnya masih masuk wilayah Kecamatan Kedungkandang.

Nama Kebonsari sendiri dipakai untuk kelurahan ini karena karena di wilayah tersebut sangat terkenal akan kebun salaknya. Nama Kebonsari berasal dari kata “Kebon” yang berarti taman, dan “Sari” yang berarti “bunga salak”.

Sementara itu, penamaan dua dusun yang berada di wilayah kelurahan ini pun memiliki riwayat tersendiri. Nama Lowokdoro berasal dari sebuah cerita. Konon, dahulu ada pohon yang berlubang dan menjadi sarang burung dara (merpati). Sedangkan Kacoek, memiliki dua versi cerita. Pertama, penamaan Kacoek berawal dari kedatangan Belanda yang pernah mencoba menjajah Kebonsari, namun selalu gagal. Karena saat itu suasana menjadi kacau akibat upaya pecah-belah yang dilakukan Belanda, maka dipakailah nama Kacoek untuk daerah tersebut. Sementara itu, versi lain mengatakan ada dua “Pohon Lo” yang besar yang saling melilit atau menyatu. Sepasang pohon ini terletak di sebelah selatan perbatasan antara Desa Kebonsari dengan Dusun Sememek. Karena saling melilit dan menyatu, timbul kesan tidak baik di mata masyarakat terhadap pohon tersebut. Maka, daerah itu pun disebut warga dengan nama Kacoek.

Status Desa Kebonsari akhirnya ditingkatkan menjadi kelurahan pada tahun 1982. Wilayahnya secara administratif meliputi lima RW dan 40 RT dan menjadi bagian dari Kecamatan Sukun. Pada tahun 2012 lalu, Kelurahan Kebonsari mengalami perkembangan wilayah administrasi menjadi lima RW dan 43 RT.

Seperti dahulunya, wilayah Kelurahan Kebonsari masih tergolong strategis. Wilayah kelurahan tersebut menjadi pintu keluar masuk ke wilayah Kabupaten Malang, terutama bagi mereka yang ingin ke kawasan Kepanjen dan sekitarnya. Bus dan kendaraan umum lainnya yang hendak keluar kota pun melewati kawasan Kebonsari terlebih dahulu.

Source https://ngalam.co https://ngalam.co/2016/06/05/kelurahan-kebonsari-wilayah-malang-yang-sulit-ditaklukkan-belanda/
Comments
Loading...