Sejarah Klenteng Tjoe Tik Kiong

0 130

Lokasi Klenteng Tjoe Tik Kiong

Klenteng Tjoe Tik Kiong terletak di Jalan Lombok No. 7 Kelurahan Trajeng, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Lokasi klenteng ini berada di sebelah barat Stasiun Pasuruan ± 500 meter.

Klenteng Tjoe Tik Kiong

Klenteng ini didirikan pada tahun 1740. Pembangunannya dilakukan oleh orang-orang Tionghoa yang menetap di Pasuruan, tetapi arca-arcanya didatangkan langsung dari Tiongkok pada tahun 1857.

Bagi penganut Kong Hu Cu, Tjoe Tik Kiong bermakna istana yang mengamalkan dan menyebarkan rasa kasih sayang dan perbuatan kebajikan. Sehingga, kehadiran klenteng ini pada awalnya diharapkan sebagai perekat persaudaraan di kalangan orang Tionghoa yang berada di Kota Pasuruan dan sekitarnya. Klenteng bagi masyarakat Tionghoa tidak hanya berarti sebagai tempat ibadah saja, namun juga mempunyai peran yang sangat besar dalam kehidupan komunitas Tionghoa di masa lampau.

Bangunana Klenteng Tjoe Tik Kiong

Dilihat dari bangunannya, klenteng yang menghadap ke selatan ini tergolong besar dan megah karena didukung oleh halamannya yang cukup luas. Klenteng ini sengaja dibangun di pertigaan jalan atau di tengah pertemuan antara jalan tegak lurus dari Jalan Soekarno-Hatta dengan Jalan Lombok, karena menurut kepercayaan orang Tionghoa bahwa lokasi bangunan yang disebut “tusuk sate’’ berisi segala pengaruh buruk. Pengaruh buruk tersebut akan hilang dengan keberadaan klenteng tersebut.

Sebelum memasuki halaman klenteng, pengunjung akan melewati sebuah gapura yang khas dengan balutan dominan kuning dan merah. Gapura bercorak paduraksa ini banyak dihiasi dengan ornamen yang berkultur Tiongkok. Di atas pintu gapura tertulis nama klenteng tersebut beserta alamatnya, dan di atap paduraksa terdapat ornamen dua burung hong yang menghadap ke huo zhu, mutiara api atau bentuk bola api (mutiara Buddha).

Di belakang gapura terdapat panggung kecil berwarna merah dengan pelisir warna kuning. Panggung tersebut digunakan untuk pementasan wayang Potehi yang agendanya mengikuti hajatan umat klenteng yang memintanya. Kisah dari wayang ini biasanya mengambil dari ceritera klasik Tiongkok. Panggung ini sengaja dibuat tidak terlalu besar dan sedikit ringan, agar supaya mudah dipindah-pindahkan jika klenteng tersebut mempunyai acara yang memerlukan halamannya.

Di dalam bangunan utama klenteng ini terdapat beberapa altar untuk persembahyangan kepada Mak Co Bing Thian Sang Shen Mu, Hok Tek Cen Sin, dan Kong Tik Cun Ong. Sedangkan, di belakang ruang utama ada ruang pemujaan penganut Tri Dharma. Umat Buddha akan menuju ke altar yang ada patung Sakyamuni Buddha, umat Kong Hu Cu akan menuju ke altar yang ada arca Konfusius, dan penganut Tao akan menghampiri altar yang ada patung Lao Tze.

Source Klenteng Tjoe Tik Kiong Pasuruan
Comments
Loading...