situsbudaya.id

Sejarah Kelenteng Kong Hwie Kiong Kebumen

0 64

Lokasi Kelenteng Kong Hwie Kiong

Kelenteng Kong Hwie Kiong terletak di Jl. Pramuka No. 42, Kebumen. Kelenteng Kong Hwie Kiong letaknya agak tersembunyi di Jl Pramuka, kira-kira 30 meter masuk ke dalam dari pengkolan jalan. Di depan Kelenteng ini ada sebuah lapangan terbuka yang luas.

Sejarah Kelenteng Kong Hwie Kiong

Kelenteng Kong Hwie Kiong dibangun pertama kali oleh Liem Kik Gwan seorang letnan keturunan Tionghoa pada tahun 1898. Liem Kik Gwan merupakan seorang petugas pengumpul pajak (Kong Sin) bagi orang-orang Tionghoa untuk diserahkan kepada Belanda. Kelenteng dibangun sebagai tempat ibadah warga keturunan Tionghoa yang saat itu jumlahnya sudah cukup banyak.

Kelenteng yang sudah berumur 114 tahun sejak dibangun pertama kali ini terdapat 15 altar dan 25 patung dewa-dewi (rupang). Adapun dewa yang menjadi tuan rumah di keleteng itu adalah Thian Shang Senmu atau Dewi Samudera. Selain itu, banyak pula yang memuja dewa Hok Tek Ceng Sin.

Ada cukup banyak altar sembahyang di Kelenteng Kong Hwie Kiong, yang letaknya berdekatan atau pun terpisah-pisah. Di dalam sebuah cungkup kecil terdapat rupang Pau Sen Ta Ti / Bao Sheng Da Di yang dipuja oleh masyarakat Tionghoa sebagai Maharaja Pelindung Kehidupan. Ia diapit oleh dua rupang lainnya, satu diantaranya bermuka hitam.

Pada altar sembahyang untuk pengikut Tao terdapat rupang Laozi / Lao Tze dalam posisi duduk bersila diapit oleh seorang dewi dan seorang panglima perang, serta ada lambang yin-yang di dalam pat-kwa pada dinding di belakangnya. Di sebelahnya terdapat altar sembahyang bagi Nabi Kong Hu Cu dengan rupang dalam posisi duduk di atas kursi dengan sebuah genta kecil dan hiolo di atas meja di depannya.

Pada dinding sebelah kanan ruangan utama kelenteng terdapat deretan lukisan yang memiliki makna filosofis. Salah satunya menggambarkan penjual tameng yang sesumbar bahwa tamengnya paling kuat dan bisa menahan senjata apa saja, bersebelahan dengan penjual tombak yang sesumbar tombaknya bisa menembus apa saja. Lalu ada orang lewat yang berkata, kalau ditempurkan kedua-duanya bagaimana.

Source Kelenteng Kong Hwie Kiong Kebumen Jawa Tengah
Comments
Loading...