Sejarah Kecamatan Mauk

0 137

Kecamatan Mauk

Nama Mauk diambil dari nama seorang pejuang pada masa penjajahan kolonial Belanda, yakni Ki Mauk. Untuk mengenang jasa-jasanya kemudian masyarakat mengabadikan namanya menjadi nama tempat, yang kini disebut Kecamatan Mauk.

Kecamatan Mauk memiliki potensi objek wisata, yaitu pantai Tanjung Kait. Selain itu, di wilayah Mauk banyak terdapat bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda dan China, seperti jembatan, gedung-gedung tua dan vihara di kawasan Pantai Tanjung Kait.

Masyarakat Mauk adalah masyarakat yang heterogen, terdiri dari etnis Jawa (Jawa Banten), Sunda, Betawi dan Thionghoa. Etnis Jawa berasal dari masyarakat Cirebon yang bermigrasi ke Banten sejak berdirinya kesultanan Banten. Sedangkan entis Sunda, jika dilihat dari sejarah bisa dipastikan adalah penduduk asli Mauk, kerena Mauk masih wilayah kekuasaan Kerajaan Padjadjaran. Adapun etnis Betawi dan Thionghoa berasal dari Batavia (Jakarta).

Pada umumnya masyarakat Mauk bermatapencaharian sebagai petani, nelayan dan pekerja industri, yang banyak berada di kawasan Kabupaten Tangerang. Mauk memiliki Sekolah Dasar yang tertua yaitu SDN Mauk I berdiri pada tahun 1928, SMAN 1 Mauk yang didirikan pada tahun 1982, dan SMA Paradigma (dulu nama SMA PGRI) yang berdiri pada tahun 1986.

Source https://tangerangkab.go.id https://tangerangkab.go.id/detail-konten/show-berita/754
Comments
Loading...