Sejarah Kantor Pos & Telegram di Pasuruan (1930)

0 170

Kantor Pos & Telegram di Pasuruan (1930)

Kantor pos adalah fasilitas fisik tidak bergerak untuk melayani penerimaan, pengumpulan, penyortiran, transmisi, dan pengantaran surat dan paket pos. Kantor pos menjual benda-benda pos dan filateli, seperti prangko, kartu pos, amplop, dan perlengkapan untuk membungkus paket.

Sejak manusia hidup berkelompok, komunikasi dilakukan unutk berhubungan dengan orang lain. Di Indonesia, komunikasi yang dilakukan secara lisan dan tulisan terus terjalin dari munculnya kerajaan di Indonesia sampai pada masa sekarang ini.

Kegiatan Pos ataupun surat menyurat dilakukan dalam bentuk yang sederhana pada zaman kerajaan seperti Tarumanegara, Mulawarman, Sriwijaya, Majapahit dll, pada waktu itu surat di tulis di atas kertas yang bahannya dinamakan “Dwi Liang” atau “Dalancang”, yang terbuat diatas kulit kayu atau bambu yang diiris tipis – tipis sedangkan bahan yang lazim untuk menulis surat adalah daun tal atau lontar.

Perposan “Modern” di Indonesia sejak 1602 di jaman V.O.C (Verenigde Oost Indische Compagnie). Perhubungan pos pada waktu itu dilakukan terbatas diantara kota-kota tertentu di P.Jawa dan luar P.Jawa dengan menggunakan alat angkut kereta kuda dan kapal layar pacalang. Pada waktu itu surat pos ditempatkan pada Stadsherbrg (Gedung Penginapan Kota) dan belum dilakukan pengantaran surat pos, sehingga tiap orang dapat memeriksa apakah ada surat pos baginya.

Sebuah kantor pos pertama kali didirikan di jakarta pada tanggal 20 agustus tahun 1746 oleh Gubernur Jenderal G.W.Baron Van Imhoff dengan tujuan untuk lebih menjamin keamanan surat Pos. Beberapa tahun kemudian didirikan kantorpos di kota-kota lainnya. Pada 1809 dibangun jalan Raya Pos (Groote Postweg) oleh Gubernur Jenderal Daendels yang membentang sepanjang 1000 km dari anyer ke panarukan. Pembangunan jalan raya pos membawa perubahan luar biasa dalam perhubungan pos. Waktu tempuh dari Jawa Barat ke Jawa Timur yang sebelumnya memakan waktu 40 hari dapat diperpendek menjadi 6 hari. Hingga saat ini perjalanan pos Indonesia memang sudah berlangsung selama empat abad,

Bersamaan dengan kemajuan teknologi di bidang telekomunikasi yaitu dengan ditemukannya telegraph dan telepon maka terbentuklah jawatan Pos, telegraph, dan telepon yang disingkat PTT pada tahun 1878 yang awal kantor pusat berkedudukan di Welrevender (Gambir), dan Pindah ke Burgerlijke Openbare Werker (BOW) atau dinas pekerjaan umum Bandung pada tahun 1923.

Jawatan PTT Indonesia berdiri secara resmi pada tanggal 27 agustus 1945 setelah dilakukan pengambil alihan kantor pusat PTT di Bandung oleh angkatan muda dari pihak militer jepang. Dalam peristiwa tersebut gugur sekelompok anggota pemuda PTT dan tanggal tersebut menjadi tonggak sejarah berdirinya Jawatan PTT Republik Indonesia dan diperingati setiap tahunnya sebagai hari Bhakti PTT dan kemudian menjadi Hari Bhakti Parpostel.

Source http://warungkopipasuruan.blogspot.com http://warungkopipasuruan.blogspot.com/2011/12/kantor-pos-telegram-di-pasuruan-1930.html
Comments
Loading...