Sejarah Kampung Afrikan Purworejo

0 29

Sejarah Kampung Afrikan Purworejo

Di Purworejo, ada sebuah kampung bernama Kampung Afrikan, yang terletak di sebelah timur RSUD Tjitrowardoyo, kelurahan Pangen Juru tengah. Keberadaan Kampung Afrika, konon terkait dengan pecahnya Perang Jawa. Sesuai namanya, mereka jelas bukan penduduk asli setempat.

Keberadaan Kampung Afrika, dapat dilihat dengan pemberian nama Gang Afrika di mulut gang. Disebut dengan nama Kampung Afrikan, karena pada masa lalu, disinilah tempat tinggal para tentara bayaran asal Afrika dan keluarganya.

Tentara asal Afrika ini, sering disebut dengan Londo Ireng (Belanda Hitam). Mereka kebanyakan berasal dari beberapa negara Afrika Barat, seperti Ghana dan Burkina Fasau. Mereka direkrut oleh Belanda pasca Perang Diponegoro, atau Perang Jawa (Java Oorlog), sekitar pada tahun 1831.

Melihat Kampung Afrikan, seperti mengenang masa lalu. Jejak-jejak akan keberadaan Londo Ireng ini, bisa dilihat dari beberapa bangunan kuno khas Belanda yang merupakan bekas rumah para tentara Londo Ireng.

Di sepanjang gang juga masih nampak pagar beton dengan kawat berduri buatan kolonial yang berjajar rapi, serta masih terdapat peninggalan lain yang tersisa di daerah itu. Keberadaan pemakaman Kerkhope yang terletak di Jl Mayjend Sutoyo, Kelurahan Sindurjan, juga menjadi penanda keberadaan Londo Ireng ini.

Di sini, masih tersisa beberapa bangunan tua khas model Belanda, dengan kamar dan ruangan yang luas. Pintu dan jendela yang lebar dan tinggi yang merupakan ciri rumah daerah tropis. Tembok bangunan masih tembok lama. Kusen, daun jendela dan pintu terbuat dari kayu jati yang tebal.

“Di situlah, para tentara Afrika dan keturunannya dimakamkan. Makam ini dibangun sekitar tahun 1850,” ungkap Oteng Suherman (70), sejarawan Purworejo.

Kerkhope, menurut Oteng, memiliki arti taman gereja. Kerk berarti gereja dan hof berarti taman. Istilah tersebut awalnya digunakan untuk pemakaman yang berada di halaman gereja, namun kemudian melebar ke luar gereja yang secara umum dapat diartikan sebagai makam

Pada pintu gerbang makam Kerkhope, tertulis Emento Mori, yang artinya ingatlah kematian. Keberadaa makam Kerkhope ini, sekitar 500 meter arah timur laut Kampung Afrikan.

Source https://www.harianmerapi.com https://www.harianmerapi.com/kearifan/2017/11/21/1794/mengungkap-sejarah-kampung-afrikan-purworejo-1-dulu-tempat-mukim-londo-ireng
Comments
Loading...