Sejarah Jembatan Petekan Surabaya

0 203

Lokasi Jembatan Petekan

Jembatan ini terletak di Kelurahan Perak Timur, Kecamatan Pabean Cantikan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Lokasi jembatan berada di perbatasan batas wilayah Kelurahan Perak Timur dengan Kelurahan Perak Utara, yang diapit oleh dua jalan, yaitu Jalan Jakarta.

Jembatan Petekan

Nama Petekan diambil dari bahasa Jawa. Petekan artinya dipencet atau ditekan. Dulu, jembatan ini bisa dibuka dan ditutup ketika ada kapal berukuran besar yang lewat dari Laut Jawa menuju Jembatan Merah hingga Mojokerto.  Jembatan ini dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1936 dengan biaya 133.100 gulden. Pengerjaan fisiknya diserahkan kepada N.V. Machinefabriek Bratt, perusahaan konstruksi yang berada di Surabaya. Pengerjaan jembatan ini memakan waktu tiga tahun. Setelah berdiri dengan sempurna, jembatan ini mulai dioperasikan untuk pertama kalinya pada 16 Desember 1939. Pada saat itu diumumkan pula nama resmi dari jembatan ini, yaitu Ferwerdabrug.

Ferwerdabrug berasal dari gabungan dua kata, yaitu Ferwerda dan BrugFerwerda merupakan nama dari seorang panglima perang AL Hindia Belanda yang berjasa dalam membuka akses dari Ujung (saat PT. PAL) menuju pangkalan udara Morokembangan (sekarang dikenal dengan Kodikal). Nama lengkap panglima perang tersebut adalah Laksamana Hendrikus Ferwerda (1885-1942). Sedangkan, brug berasal dari bahasa Belanda yang artinya jembatan. Jadi, Ferwerdabrugsejatinya adalah sebuah bangunan jembatan di mana pada jembatan tersebut diabadikan nama seorang Laksamana Hendrikus Ferwerda, karena sebelum ada jembatan ini pasukan marinir yang akan ke Morokembangan dari Ujung atau sebaliknya harus memutar lebih jauh melalui Jembatan Merah.

Seiring dengan adanya pendangkalan di Kali Mas, Jembatan Petekan yang merupakan ophaalbrug (jembatan angkat) sehingga lama-kelamaan tidak bisa berfungsi lagi sebagai mana awalnya. Hal seperti ini juga dialami oleh Jembatan Kota Intan (Het Middelpunt Brug) yang berada di Kota Jakarta.

Kendati sudah tidak berfungsi lagi sebagai jembatan angkat, dan usianya yang memasuki uzur, seyogyanya jembatan ini tetap dipertahankan kelestariannya (in situ). Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Wali Kota Surabaya Nomor 188.45/004/402.1.04/1998 dengan nomor 47 yang telah menetapkan Jembatan Petekan sebagai bangunan cagar budaya. Konstruksi jembatan peninggalan kolonial ini sebagai penunjang kawasan Kota Lama.

Source Jembatan Petekan Surabaya
Comments
Loading...