Sejarah Jalur Kereta Api Muaro (jejak Romusha)

0 167

Sejarah Jalur Kereta Api Muaro

Jalan Kereta Api Muaro adalah jalur kereta api nonaktif antara Muaro, Sijunjung dan Pekanbaru sepanjang 220 kilometer yang dibangun pada masa Perang Dunia II oleh Tentara Pendudukan Jepang. Jalan kereta api dari Muaro ke Pekanbaru di Provinsi Riau dibangun pekerja paksa antara bulan September 1943 sampai dengan 15 Agustus 1945. Jalur ini dikerjakan oleh romusha dan Tawanan perang Belanda. Menurut laporan Palang Merah Internasional, sekitar 80.000 dari 102.300 orang romusha yang didatangkan dari Jawa meninggal dan sekitar 700 orang tawanan perang Eropa meninggal.

Latar Belakang Jalur kereta api Muaro

Rencana pembangunan jalur KA antara Muaro dan Pekanbaru sudah dimulai sejak awal abad 20, namun karena berbagai hal Pemerintah pusat di Belanda belum tertarik untuk menindaklanjuti rencana ini. Pada tahun 1920, Staatsspoorwegen melanjutkan kembali penjajakan yang telah dilakukan sebelumnya. SS menugaskan Ir. W.J.M. Nivel untuk mengkaji dan meneliti kemungkinan dibangunnya jalur kereta api ke pantai timur Sumatera. Dia menuliskan laporan penelitian dan pedoman teknis pembangunan jalur ini dalam dokumen Staatsspoorwegen no.19 tahun 1927.

Akhirnya rencana pembangunan jalur KA ini ditunda setelah mempertimbangkan bahwa eksploitasi jalur KA ke arah Pekanbaru yang sebagian besar hanya mengandalkan Batubara maka menurut perhitungan, biaya pembangunan tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh dari eksploitasi. Selain itu, medan yang dilalui cukup berat dan banyaknya sarang nyamuk malaria yang dapat membuat biaya pembangunan membengkak.

Namun pada saat masa pendudukan Jepang, jalur Muaro-Pakanbaru menjadi prioritas utama karena kebutuhan energi batubara untuk perang yang amat mendesak. Lebih dari itu, Jepang memiliki sumber daya manusia yang banyak dan murah, yaitu romusha dan tawanan perang.

Source Sejarah Jalur kereta api Muaro (jejak Romusha) Riau
Comments
Loading...