Sejarah Jalan Aris Munandar Malang

0 188

Jalan Aris Munandar Malang

Jalan Aris Munandar merupakan salah satu jalan di wilayah administratif Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Meski berada di lingkungan modern, masyarakatnya terkenal agamis, yang tak lepas dari keberadaan pondok pesantren dan gereja di sana.

Nama jalan ini diambil dari nama seorang Pahlawan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat). Bersama IR Rais, Arief Rachman Hakim, Zubaedah, Arif Margono, Aris Munandar merupakan sekumpulan pelajar mahasiswa yang tewas tertembak peluru nyasar saat berdemo menyuarakan Tritura (Tri Tuntutan Rakyat) di Jakarta pada 30 Maret 1966 silam. Di antara ribuan pelajar dan mahasiswa itu kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Ampera berdasarkan TAP MPRS No. XXIX/MPRS/1966.

Jalan Aris Munandar membentang dari timur ke barat di sebelah selatan Sungai Brantas. Menariknya, pada bagian barat jalan ini arus lalu lintasnya dibuat searah dari timur ke barat, sedangkan di bagian timur dibuat dua arah.

Dari timur, Anda bisa masuk Jalan Aris Munandar dari Jalan Gatot Subroto, tepatnya di Perempatan Boldy, selatan Jembatan Embong Brantas ke barat. Arus lalu lintas di bagian jalan dari perempatan tersebut ke arah barat hingga pertigaan depan Hotel Ollino Garden dibuat dua arah. Pada tahun 2017 sempat diwacanakan perubahan menjadi arus lalu lintas searah khusus di bagian jalan tersebut untuk mengurai kemacetan menuju ke Alun-alun Kota Malang. Namun, di tahun yang sama, aturan uji coba tersebut kemudian dibatalkan.

Dari arah timur, di pertigaan Hotel Ollino Garden, Anda hanya bisa ke arah barat (lurus), karena arus dari arah selatan (Jalan KH Zainul Arifin) searah. Anda bisa masuk ke Jalan Aris Munandar ini dari arah selatan, lalu ke barat (kiri). Karena arus searah pada jalan bagian timur tidak berlaku lagi, Anda bisa belok kanan (timur) dari selatan di pertigaan tersebut.

Jalan Aris Munandar berakhir di sebelah barat, tepatnya di pertigaan yang berpotongan dengan Jalan MGR Sugiyopranoto yang merupakan areal belakang Gereja Kayutangan. Jika belok kanan (utara), Anda bisa menuju ke Jalan Majapahit dan Jalan Basuki Rahmat melalui Jalan MGR Sugiyopranoto. Jika belok kiri (selatan), Anda akan menuju ke Alun-alun Kota Malang, juga melalui Jalan MGR Sugiyopranoto. Selain areal gereja, di sebelah timur pertigaan tersebut merupakan jalan keluar dari Alun-alun Mall.

Dua hal yang membuat Jalan Aris Munandar ini disebut kawasan yang agamis adalah keberadaan Pondok Pesantren Darul Hadits Al-Faqihiyyah, Gereja Patekostha, dan GPdI Maranatha Malang. Ponpes Al-Faqihiyyah berada di bagian barat, sementara Gereja Patekostha dan GPdI Maranatha Malang ada di sebelah timur. Suasana agamis biasanya nampak ketika ponpes tersebut mengadakan acara haul akbar setiap awal Maret tiap

Selain pemukiman warga Kelurahan Kiduldalem, Jalan Aris Munandar didominasi oleh tempat usaha yang umumnya usaha kuliner. Ada Tahu Telur Bu Ning, Baksoku Tanaka, Nasi Jagungku Nasi Pecelmu Ramayana, Pangsit Mie Ayam Laros Pak Roni, Pangsit Mie Ayam Taman Harapan, Warung Yona, Lontong Balap Wonokromo, Nasi Bhuk Madura Barokah, Rujak Cingur Surabaya, Bubur Ayam Bu Anik, Ayam Goreng Dhea, Lalapan Pak Misli, Bakso Pak Dram, Tahwa Mas Agus, Nasi Contong Mbak Sih, Pangsit Mie Ayam 5000, Pempek Farhan, Lalapan Bu Yanti, Ayam Klenger, Depot Pak Iwan, Toko Roti dan Kue Rahaju, Lumpia Ngalam, Nasi Goreng Miber, Dbon Cafe Nato, Warung Inul, Warung Kopi Pojok Wifi Area, dan lain-lain. Ada pula usaha lainnya, seperti Apotek Berlima, Apotek Hidup, Defrost Merchandise, Lancar Stel Velg, 3 Putra Grosir, Bengkel Aries Motor, De Tedieta Guest House, Bengkel Asli, Toko Parfum Ismi, Toko Perlengkapan Rumah Chibi Gunpla, Oke Loo Baby Shop, Permata Safira, Toko Berta, dan lain-lain.

Source https://ngalam.co https://ngalam.co/2019/05/17/jalan-aris-munandar-malang-lingkungan-modern-agamis/
Comments
Loading...