situsbudaya.id

Sejarah Hotel Trio Solo

0 92

Lokasi Hotel Trio 

Hotel ini terletak di Jalan Urip Sumoharjo No. 25 Kelurahan Kepatihan Wetan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Hotel ini terletak di sebelah utara Bank Buana, atau di depan Toko Serba Ada (Toserba) Asia Baru.

Sejarah Hotel Trio 

Awalnya hotel ini merupakan rumah milik Tjoa Buen Kaing, yang dibangun pada tahun 1932. Hotel Trio dulu kembar dengan bangunan yang ada di seberang jalan, namun sekarang sudah berubah menjadi Toserba Asia Baru.  Kondisi bangunan rumah yang berfungsi hotel ini hanya tersisa di bagian rumah utama bagian depan. Semula terdiri dari dua bangunan, bangunan bagian depan sebagai tempat penginapan dan bagian belakang terdapat bangunan rumah tinggal. Di antara bangunan penginapan dan rumah tinggal dipisahkan oleh halaman.

Hotel Trio Solo (tampak dari depan)

Sekarang bangunan rumah tinggal di bagian belakang sudah berganti dengan kamar-kamar hotel satu lantai dengan posisi mengapit halaman di bagian tengah bangunan. Bangunan utama di bagian depan masih berdiri kokoh dengan kondisi baik dari sisi struktur bangunan. Terdapat enam petak lantai yang berbeda di bagian teras depan hotel karena peristiwa pemberontakan komunis di tahun 1965. Denah rumah Tjoa Buen Kaing berbentuk persegi panjang dengan pengaruh pola dari Belanda yang sangat kuat.

Bangunan rumah Tjoa Buen Kaing menggunakan struktur dinding sepenuhnya. Pada bagian bentang teras terbuka bagian depan ditopang dengan tiang besi berukir berjumlah empat. Pada bagian dalam ruang di sisi peringgitan bagian dalam terdapat tiang Tuscan dengan bentuk lengkung di bagian tengah.

Material kayu di rumah Tjoa Buen Kaing juga berperan sebagai kusen dan daun pintu dengan tinggi 3,5 m sebagai penanda bangunan dengan pengaruh gaya Eropa. Material pintu berupa kayu berkombinasi dengan kaca. Bahan kayu juga digunakan sebagai lubang angin-angin di atas pintu, baik pintu utama maupun pintu kamar, dengan pola ukiran yang tembus.

Makna Warna Bangunan Hotel Trio 

Dilihat dari pemaknaan Jawa, warna kuning dan hijau pada daun pintu dan jendela memperlihatkan bahwa bangunan rumah Tjoa Buen Kaing mendapat pengaruh dari kraton. Namun jika dilihat dari pemaknaan warna dari budaya Tiongkok maka warna hijau merupakan simbol dari unsur kayu (Mu), yang melambangkan panjang umur, pertumbuhan dan keabadian. Warna kuning merupakan simbol dari unsur tanah (Tu), yang melambangkan kekuatan dan kekuasaan.

Elemen pengisi ruang yang masih tersisa di rumah Tjoa Buen Kaing adalah berupa tempat tidur besi dan meja rias bergaya Art Deco. Sehingga, kesan menginap di hotel ini terasa menginap rumah lawas dengan nuansa masa lalu. Penggemar wisata heritage dan bangunan kuno sangat cocok untuk menginap di Hotel Trio ini.

Source Hotel Trio Solo
Comments
Loading...