Sejarah Hotel Majapahit Surabaya

0 573

Lokasi Hotel Majapahit

Hotel Majapahit ini terletak di Jalan Tunjungan No. 65 Kelurahan Genteng, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Lokasi hotel ini berada di sebelah selatan Varna Culture Hotel Soerabaia, atau di depan gedung Badan Pertanahan Nasional.

Hotel Majapahit

Berdasarkan brosur Hotel Majapahit yang brief history, dijelaskan dengan gamblang bahwa hotel ini adalah milik Lucas Martin Sarkies. Peletakan batu pertama dalam pembangunan hotel ini dilakukan oleh Eugene, anak laki-laki Lucas Martin Sarkies, pada 1 Juni 1910. Perlu diketahui bahwa Sarkies Bersaudara adalah pebisnis asal Iran yang membangun bisnis perhotelan di Asia Tenggara pada akhir abad ke-19. Mereka adalah Martin Sarkies, Tigran Sarkies, Aviet Sarkies, dan Arshak Sarkies. Keempatnya membangun Eastern & Oreinetal Hotel di Penang, Malaysia pada 1880, Raffles Hotel di Singapura pada 1887, dan Strand Hotel di Burma pada 1901.

Pada 1900 Lucas Martin Sarkies membeli tanah seluas 1.000 m² di Jalan Tunjungan untuk mengikuti jejak ayahnya membangun hotel mewah. Dia menyewa desainer terkenal Alfred Bidwell untuk membangun hotel bergaya Art Nouveau Kolonial Belanda. Pembangunan hotel tersebut menghabiskan 500.000 gulden, dan peresmiannya dibuat dengan acara yang meriah pada 1911. Nama Oranje yang disematkan untuk nama hotel milik Lucas Martin Sarkies ini, mengambil dari nama pahlawan Belanda yang bernama Willem van Oranje, yang bertujuan untuk mengabadikan namanya.

Renovasi Hotel Majapahit

Hotel Majapahit

Antara tahun 1923 sampai tahun 1926 dilakukan renovasi pada hotel tersebut dengan melebarkan dua bangunan sayap yang terdapat di sebelah kanan dan kiri bangunan utama. Pada tahun 1931 di depan pintu masuk lama sebagian ruang masuk yang baru dibangun dalam gaya Art Deco oleh arsitek Prof. Ir. Charles Prosper Wolff Schoemaker.

Gaya Art Deco merupakan langgam yang menggunakan ornamen-ornamen historikal dan tradisional, sehingga Art Deco bisa dikatakan sebagai langgam yang memiliki muatan lokal. Setiap negara yang menerima langgam Art Deco selalu mengembangkannya sendiri-sendiri. Art Deco di suatu tempat akan berbeda dengan Art Deco di tempat lain, namun secara keseluruhan mereka memiliki semangat yang sama yaitu keterbukaan pada sesuatu yang baru, sehingga karya Art Deco hampir selalu inovatif dan eksperimentatif.

Kemudian pada tahun 1936 lobi bergaya Art Deco diperluas dan diresmikan oleh Pangeran Leopold III dan Putri Astrid dari Belgia serta bintang film terkenal Charlie Chaplin yang ditemani istrinya, aktris Paulette Goddard, serta Joseph Conrad, seorang novelis berdarah Inggris-Polandia.

Source Hotel Majapahit Jawa Timur
Comments
Loading...