Sejarah Gua Maria Fatima Sawer Rahmat

0 32

Gua Maria Fatima Sawer Rahmat

Gua Maria Fatima Sawer Rahmat merupakan wilayah pertanian yang berada sekitar 700 km di atas permukaan laut, yang terletak di Desa Cisantana Kec.Cigugur Kab.Kuningan.

Peresmian Gua Maria Fatima Sawer Rahmat dilakukan pada tanggal 21 Juli 1990 silam oleh Kardinal Tomko. Tempat wisata ini merupakan daerah yang sejak zaman dahulu merupakan daerah misi penyebaran agama Katholik.

Gua Maria Fatima Sawer Rahmat tersebut terletak di sebuah bukit yang bernama Bukit Totombok, tepatnya terletak di sebelah barat Desa Cisantana. Patung Bunda Maria yang berdiri tegak pada sebuah goa yang dibawahnya terdapat air yang mengalir jernih. Air tersebut berasal dari sebuah curug bernama Curug Sawer tepatnya berada di sebelah selatan bukit.

Upacara di Gua Maria Fatima Sawer Rahmat ini dilakukan pada setiap malam jumat kliwon yang dinamakan sebagai upacara “Jumat Agung” yang dimulai dengan acara pembukaan di Taman Getsemani, dilanjutkan dengan “Kisah Sengasara” melalui prosesi jalan salib, dilanjutkan dengan upacara tabur bunga di makam Yesus serta upacara komuni di Goa Maria Fatima.

Gua Maria Fatima Sawer Rahmat ini pada saat itu telah menjadi tempat keramat yang seringkali di fungsikan sebagai tempat untuk prosesi keagamaan. Di tempat wisata religi ini sangat menghargai adanya perbedaan kepercayaan bagi pengunjung yang ingin beribadah dengan kepercayaannya masing-masing. Sehingga tempat ini terbuka untuk umum meskipun berbeda agama.

Sejuknya suasana pedesaan yang begitu asri, pepohonan yang rimbun dan semak yang hijau membuat mata yang melihatnya terpesona. Harmoni ekosistem disini juga masih sangat terjaga terbukti adanya kupu-kupu dan beberapa serangga lain muncul dari sela-sela daun.

Bagi para pengunjung yang ingin mengetahui adanya Gua Maria Fatima Sawer Rahmat ini harus menyusuri jalan setapak untuk menuju Bukit Totombok. Umat Katholik menyebut perjalanan menuju Gua Maria Fatima Sawer Rahmat itu sebagai prosesi “Jalan Salib”.

Jalan Salib terdapat 16 tempat perhentian di setiap masing-masing perhentian mengisahkan riwayat Yesus mulai ketika dijatuhi hukuman hingga dimakamkan. Pada masing-masing titik perhentian ada pula bangunan altar yang difungsikan untuk umat Katholik berdoa dan menyalakan lilin.

Pada titik perhentian kedua belas, disana terdapat salib besar yang merupakan lambang ketika Yesus wafat di kayu salib.

Setelah sampai disana terdapat bangunan yang masyarakat sekitar menyebutnya dengan “Taman Doa Getsemani”.

Di taman getsemani ini juga terdapat beberapa pengunjung yang sedang berdoa, disana tampak lukisan Yesus yang sedang berdoa dalam ukuran lukisan yang cukup besar ada beberapa bangku serta lilin-lilin yang menyala berada di dalam bangunan.

Ketika pengunjung yang sudah berdoa dan saat akan perjalanan pulang, umat Katholik harus menuruni beberapa anak tangga yang di maksudkan agar umat yang telah selesai berdoa tidak mengganggu perjalanan pengunjung yang baru datang.

Di pinggiran area parkir juga terdapat beberapa pedagang yang menjual makanan hasil home industri warga sekitar. Berbagai macam makanan yang tersedia diantaranya seperti ada ubi ungu, emping pedas manis, kerupuk, dodol nanas dan berbagai aneka jus buah-buahan.

Beberapa fasilitas yang berada di Gua Maria Fatima Sawer Rahmat diantaranya adalah : toilet, tempat istirahat, area parkir, dsb.

Sedikit disayangkan ada pihak-pihak yang tidak menjaga toleransi dengan adanya suara musik yang berasal tidak jauh dari Gua Maria Fatima Sawer Rahmat sehingga mengurangi kekhusyukan dalam beribadah. Semoga kedepannya bisa saling menghargai dan saling toleransi.

Source https://dikuningan.com https://dikuningan.com/listing-item/gua-maria-fatima-sawer-rahmat/
Comments
Loading...